Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi makna kematian dalam lirik lagu “O, Tuan” karya Feast melalui pendekatan semiotik dekonstruksi Jacques Derrida. Fokus kajian terletak pada bagaimana makna kematian dibangun, dinegosiasikan, dan terus bergeser melalui permainan tanda dalam teks lirik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, di mana lirik lagu diperlakukan sebagai objek semiotik yang mengandung jaringan penanda dan petanda yang tidak stabil. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi diksi, struktur repetitif, serta oposisi biner yang muncul dalam lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kematian dalam lirik “O, Tuan” direpresentasikan sebagai pengalaman yang dekat, menekan, dan mengancam secara psikologis. Struktur emosional lirik bersifat ambivalen, ditandai oleh ketegangan antara penerimaan dan ketakutan yang terus berulang. Oposisi biner seperti hidup–mati, ikhlas–takut, serta menerima–menolak tidak hadir secara stabil, melainkan saling melemahkan dan meruntuhkan satu sama lain. Melalui mekanisme différance, makna kematian tidak pernah mencapai finalitas, melainkan terus bergeser dengan jejak ketakutan sebagai unsur dominan yang mengikat keseluruhan makna. Dengan demikian, kematian dalam lirik ini tampil sebagai realitas yang tidak tunggal dan senantiasa dinegosiasikan secara emosional oleh subjek.
Copyrights © 2026