Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan representasi nilai historis yang terkandung dalam tradisi bedak kunyit pada upacara pernikahan masyarakat Desa Mandi Angin. Fokus penelitian diarahkan pada makna, fungsi, serta keberlanjutan nilai-nilai historis yang diwariskan melalui praktik tradisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pelaku tradisi, serta dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bedak kunyit mengandung nilai historis yang kuat, antara lain sebagai simbol penyucian diri, harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis, serta bentuk penghormatan terhadap leluhur. Tradisi ini juga merepresentasikan kesinambungan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas kultural masyarakat Desa Mandi Angin. Meskipun demikian, terdapat dinamika dalam pelaksanaannya akibat pengaruh modernisasi, namun esensi nilai historisnya masih tetap dipertahankan oleh masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi bedak kunyit tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari ritual pernikahan, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai historis dan identitas budaya masyarakat. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan dokumentasi tradisi ini sangat penting agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Copyrights © 2025