Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran jurnalistik profetik dalam memperkuat moderasi beragama di era digital. Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi keagamaan. Di satu sisi, media digital membuka peluang penyebaran pesan keagamaan yang moderat dan inklusif. Namun di sisi lain, media digital juga menjadi ruang munculnya ujaran kebencian, hoaks, serta narasi ekstrem yang dapat memicu konflik sosial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi kepustakaan terhadap berbagai konten media digital yang memuat narasi keagamaan. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi penerapan nilai-nilai profetik yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten media digital yang menerapkan prinsip jurnalistik profetik cenderung menyebarkan pesan toleransi, narasi damai, serta memperkuat kerukunan sosial. Nilai-nilai tersebut berperan dalam mencegah konflik keagamaan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang moderasi beragama, serta mendorong komunikasi yang bertanggung jawab di ruang digital. Dengan demikian, jurnalistik profetik dapat menjadi pendekatan etis dalam praktik media yang mendukung penguatan moderasi beragama di era digital
Copyrights © 2026