Politik uang masih menjadi salah satu tantangan utama dalam demokrasi elektoral, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Praktik ini tidak hanya merusak nilai-nilai demokrasi, tetapi juga mendistorsi legitimasi kekuasaan yang dihasilkan dari pemilu. Partai politik sebagai aktor utama dalam sistem demokrasi memiliki peran strategis dalam mengatasi politik uang melalui fungsi rekrutmen politik, pendidikan politik, serta penguatan kelembagaan internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran partai politik dalam mengatasi politik uang dalam pemilu sebagai instrumen legitimasi kekuasaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran partai politik belum optimal akibat dominasi pragmatisme politik, lemahnya demokrasi internal, serta tingginya biaya politik. Penguatan institusionalisasi partai, peningkatan pendidikan politik, serta reformasi sistem pemilu menjadi langkah penting dalam meminimalisir politik uang dan memperkuat legitimasi kekuasaan.
Copyrights © 2026