Pandemi COVID-19 menjadi titik balik bagi kinerja dan kesehatan keuangan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Kebijakan pemerintah dalam rangka penanganan pandemi COVID-19 membawa perubahan yang cukup besar terhadap aktivitas operasional Sritex. Namun, kebijakan tersebut tidak mampu diikuti oleh Sritex secara maksimal sehingga perusahaan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya seperti sebelum pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kinerja keuangan dan kesulitan keuangan Sritex dalam kurun satu dekade yang meliputi masa sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif common size trend yang menjelaskan kinerja keuangan dan kesulitan keuangan dari data-data keuangan yang telah dikumpulkan dengan teknik dokumentasi pada laporan keuangan Sritex tahun 2014 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Sritex sebelum pandemi COVID-19 berada dalam kondisi yang relatif sehat. Hal ini didukung pula oleh hasil pengamatan menggunakan model prediksi financial distress yang menempatkan Sritex pada zona sehat (safe zone) tanpa indikasi kesulitan keuangan. Sebaliknya, pada masa pandemi dan pascapandemi COVID-19, kinerja keuangan Sritex mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi ini juga didukung oleh hasil pengamatan dengan model prediksi financial distress yang sama, di mana Sritex berada dalam kondisi tidak sehat (distress zone). Implikasi penelitian ini adalah perusahaan perlu memperkuat pengelolaan keuangan, terutama dalam menjaga likuiditas, struktur modal, dan efisiensi operasional agar lebih siap menghadapi krisis ekonomi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi investor dan kreditur dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan melalui analisis rasio keuangan dan model prediksi kesulitan keuangan.
Copyrights © 2026