Street food merupakan elemen penting dalam pengembangan wisata kuliner Kota Manado karena tidak hanya merepresentasikan identitas lokal, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Meskipun demikian, aspek higienitas masih menjadi tantangan utama yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan serta tingkat kepercayaan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan higienitas street food dalam peta destinasi wisata Kota Manado. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pedagang street food. Responden berjumlah 30 orang yang merupakan penjual sekaligus pemilik kios pada tiga kawasan wisata kuliner, yaitu WBA Malalayang, Kawasan MTC, dan Sunbae. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matriks SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penerapan higienitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal higienitas street food di Kota Manado tergolong cukup baik, terutama pada ketersediaan air bersih dan kebersihan peralatan memasak. Namun, penerapannya belum merata, khususnya pada kebersihan tangan dan pengelolaan sampah, sehingga masih terdapat kesenjangan antara tingkat kesadaran pedagang dan praktik di lapangan. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO, WO, ST, dan WT yang menekankan penguatan praktik kebersihan, pemenuhan fasilitas pendukung, peningkatan pemahaman pedagang, serta pengawasan dan pengaturan yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan higienitas street food memerlukan pendekatan terpadu agar mampu mendukung citra wisata kuliner Kota Manado yang aman dan berkualitas.
Copyrights © 2026