Peningkatan responsivitas dan ketersediaan sumber daya di rumah sakit dapat meningkatkan koordinasi antarunit. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan diharapkan dapat mengurangi lama waktu tunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh respons dari Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dan ketersediaan tempat tidur terhadap Boarding time IGD–rawat inap dengan koordinasi antarunit sebagai variabel mediator di RSUD Jatisampurna. Desain penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 42 responden sebagai tenaga kesehatan yang terlibat dalam proses penerimaan pasien rawat inap di ED, yang dilakukan antara Oktober hingga Desember 2025 di RSUD Jatisampurna. Sampel diambil menggunakan teknik sampling Jenuh (full sampling). Variabel dalam penelitian ini adalah Tanggapan dari DPJP dan Ketersediaan Tempat Tidur sebagai variabel independen, Waktu Penempatan sebagai variabel dependen, dan Koordinasi antarunit sebagai variabel mediasi. Alat penelitian berupa kuesioner terstruktur dan lembar observasi, menggunakan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa Respons dari DPJP dan Ketersediaan Tempat Tidur memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap Waktu Penempatan, baik signifikan maupun tidak signifikan tergantung pada jalur yang diuji. Variabel independen yang dominan adalah Ketersediaan Tempat Tidur.
Copyrights © 2026