Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis of Job Satisfaction as an Intervening Variable in The Relationship Between Compensation, Transformational Leadership, and Workload Towards Turnover Intention of Contract Nurses at Hospital X Ria Permata; Ratna Indrawati; Rina Mutiara
Management Dynamics: International Journal of Management and Digital Sciences Vol. 3 No. 1 (2026): January :International Journal of Management and Digital Sciences
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/managementdynamics.v3i1.504

Abstract

There is one problem related with source Power man that is turnover that occurred at Hospital X and is known reach more from 10%. Research aiming for analyze Job Satisfaction as an intervention in connection between compensation compensation, leadership transformational, and burden Work to turnover intention in nurses power Work contract at Hospital X. Research use approach quantitative with type explanatory. Population in study is all over Labor Nurse Contract at Hospital as many as 562 people. The sampling method used is non-probability sampling. Research data This using primary data that is done with share questionnaire in a way direct through google form with alternative answer use scale Likert. Research This use approach Structural Equation Model (SEM) with measurement model using Smart PLS program version 3.2.9. Research results This find that in a way simultaneous all over variable influential to turnover intention. In partial compensation, leadership transformational, and burden Work found own influence significant to Job Satisfaction. More carry on in a way partial satisfaction too work, compensation, leadership transformational, and burden Work own influence significant to turnover intention.
Ketersediaan Tempat Tidur sebagai Determinan Utama Boarding Time Dari Instalasi Gawat Darurat ke Rawat Inap RSUD Jatisampurna Kota Bekasi Teresia, Sannauli Teresia Manik; Wahyuni Dian; Ratna Indrawati
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.15864

Abstract

Peningkatan responsivitas dan ketersediaan sumber daya di rumah sakit dapat meningkatkan koordinasi antarunit. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan diharapkan dapat mengurangi lama waktu tunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh respons dari Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dan ketersediaan tempat tidur terhadap Boarding time IGD–rawat inap dengan koordinasi antarunit sebagai variabel mediator di RSUD Jatisampurna. Desain penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 42 responden sebagai tenaga kesehatan yang terlibat dalam proses penerimaan pasien rawat inap di ED, yang dilakukan antara Oktober hingga Desember 2025 di RSUD Jatisampurna. Sampel diambil menggunakan teknik sampling Jenuh (full sampling). Variabel dalam penelitian ini adalah Tanggapan dari DPJP dan Ketersediaan Tempat Tidur sebagai variabel independen, Waktu Penempatan sebagai variabel dependen, dan Koordinasi antarunit sebagai variabel mediasi. Alat penelitian berupa kuesioner terstruktur dan lembar observasi, menggunakan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa Respons dari DPJP dan Ketersediaan Tempat Tidur memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap Waktu Penempatan, baik signifikan maupun tidak signifikan tergantung pada jalur yang diuji. Variabel independen yang dominan adalah Ketersediaan Tempat Tidur.
The Influence of Nurses’ Workload and Self-Efficacy on the Implementation of Patient-Centered Care Ratna Indrawati; Irma Nurfauzia
International Journal of Economics, Commerce, and Management Vol. 3 No. 2 (2026): International Journal of Economics, Commerce, and Management
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijecm.v3i2.1228

Abstract

Patient-centered care (PCC) is a healthcare approach that places the patient at the center of care by considering their needs, values, and preferences. However, in practice, the implementation of PCC in hospitals still faces various challenges, particularly related to nurses' workload and psychological factors such as self-efficacy. This study aims to analyze the influence of nurses' workload and self-efficacy on the implementation of patient-centered care in a Type B Hospital in Bekasi. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample was 45 nurses working in the intensive care unit. Data were collected using a questionnaire and analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS. The results showed that the regression model was significant with an F value of 25.662 (p < 0.001). The R Square value of 0.550 indicates that workload and self-efficacy together explain 55% of the variation in PCC implementation. Partially, workload had a significant negative effect on PCC (β = -0.467; p < 0.001), while self-efficacy had a significant positive effect on PCC (β = 0.476; p < 0.001). The conclusion of the study shows that optimal workload management and increasing nurses' self-efficacy are very important to improve the implementation of patient-centered care in hospitals.
HUBUNGAN LAMA PERAWATAN (LOS) DENGAN KEJADIAN INFEKSI HOSPITAL ACQUIRED PNEUMONIA (HAP) DI RST TK IV DI KENDARI Ratna Indrawati; Gilang Prama Nugraha
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien rawat inap, khususnya pada kelompok populasi rentan. Pemahaman mengenai dominasi faktor lama perawatan dan usia lanjut dalam konteks keterbatasan sumber daya masih perlu dikaji lebih mendalam untuk merumuskan strategi pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dominan kejadian pneumonia pada pasien rawat inap di RST TK IV Kendari dengan menganalisis variabel lama perawatan, usia dan penyakit komorbid. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian terdiri dari 71 pasien rawat inap yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 kasus pneumonia dan 61 kontrol tanpa pneumonia. Pengumpulan data dilakukan dengan mengikuti pasien sejak awal perawatan hingga akhir perawatan. Analisis data dilakukan secara bertahap menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact untuk analisis bivariat, dilanjutkan dengan uji Regresi Logistik Berganda untuk analisis multivariat guna memperoleh nilai Adjusted Odds Ratio (AOR). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel lama perawatan > 5 hari, usia >60 tahun, serta keberadaan penyakit komorbid (Stroke, diabetes melitus, infeksi penyerta, dan trauma kepala) memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian pneumonia. Lama perawatan > 5 hari memberikan risiko sebesar 100,8 kali lebih tinggi dibandingkan perawatan ≤5 hari (AOR = 100,8; 95% CI: 10,5–966,5; p value < 0.001. Pasien berusia > 60 tahun memberikan risiko sebesar 29,25 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok usia ≤60 tahun (AOR = 29,25; 95% CI: 2,74–312,1; p = 0,005). Hasil penelitian menyatakan bahwa durasi rawat inap yang panjang dan faktor usia lanjut merupakan prediktor kuat terjadinya pneumonia, terlepas dari adanya kondisi komorbid lainnya.Simpulan dari penelitian ini adalah lama perawatan yang melebihi 5 hari dan usia lanjut (>60 tahun) adalah faktor risiko independen yang sangat signifikan terhadap kejadian pneumonia.
HUBUNGAN RESPONSE TIME PELAYANAN IGD DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RS PELAMONIA Ratna Indrawati; Andrea Wahyu Yogasusanto
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuntut kecepatan dan ketepatan dalam penanganan pasien karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu indikator mutu pelayanan IGD adalah response time, yaitu waktu tanggap sejak pasien datang hingga mendapatkan penanganan awal. Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara response time pelayanan IGD dengan tingkat kepuasan pasien di RS Pelamonia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Data response time diperoleh dari rekam medis dan dikategorikan menjadi cepat (≤5 menit) dan lambat (>5 menit). Kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner SERVQUAL dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar response time berada dalam kategori cepat yaitu sebesar 72%, sedangkan 28% lainnya berada dalam kategori lambat. Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa 75% responden merasa puas, sedangkan 25% tidak puas. Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara response time dengan kepuasan pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara response time pelayanan IGD dengan tingkat kepuasan pasien. Semakin cepat waktu tanggap pelayanan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien.
Sentiment analysis of Google reviews based on service qual-ity dimensions related to patient satisfaction Silvie Adistiana Wijaya; Ratna Indrawati
Green Inflation: International Journal of Management and Strategic Business Leadership Vol. 3 No. 2 (2026): May: Green Inflation: International Journal of Management and Strategic Busines
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/greeninflation.v3i2.720

Abstract

This study examines the use of Google Reviews as a source of patient satisfaction evaluation at RSUD Kota Tangerang using the SERVQUAL framework and Expectation-Disconfirmation Theory (EDT). The digitalization of healthcare services has encouraged patients to express their experiences through online review platforms, making Google Reviews an important source of real-time and organic feedback. However, studies analyzing online hospital reviews in Indonesian public hospitals remain limited. This research aimed to identify sentiment distribution across five SERVQUAL dimensions, analyze the relationship between service quality and patient satisfaction, and formulate strategic recommendations for hospital management. An explanatory sequential mixed-methods design was applied. A total of 204 Google Reviews from January 2023 to May 2026 were analyzed quantitatively using Spearman rank correlation (SPSS Version 26) after classification with a SERVQUAL-based codebook (κ=0.81; p<0.001). Qualitative data were obtained through in-depth interviews with eight hospital management informants and analyzed using thematic analysis. The findings showed an average rating of 3.38 (SD=1.87), with 57.8% positive and 40.7% negative sentiments. Reliability demonstrated the largest service quality gap (P−E=−2.356; 78.1% negative; ρ=−0.315; p<0.001) and the strongest negative correlation with ratings, while Empathy showed a significant positive relationship with patient satisfaction (ρ=0.153; p=0.029). Three of five SERVQUAL dimensions showed significant correlations with ratings. Interview results identified four main hierarchical barriers: values and motivation, organizational culture and leadership, human resources and demographics, and systems and infrastructure. The study concludes that Google Reviews can complement conventional patient satisfaction surveys and support hospital quality improvement strategies. Keywords: : Ewom; Expectation-Disconfirmation; Google Review; Mixed Methods; Patient Satisfaction; Public Hospital; SERVQUAL