Meningkatnya intensitas pemberitaan media sosial terkait pelayanan medis dan rendahnya literasi kesehatan berpotensi membentuk persepsi yang tidak proporsional mengenai batas tanggung jawab dokter, yang pada akhirnya mempengaruhi kepercayaan dan kesadaran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi kesehatan dan pemberitaan media sosial terhadap kesadaran atas batas tanggung jawab dokter dengan kepercayaan pasien sebagai variabel mediasi pada pasien RSUD Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap pasien yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis dan dianalisis dengan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan dan pemberitaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, kesadaran pasien serta atas batas tanggung jawab dokter. Kepercayaan pasien juga berpengaruh signifikan terhadap kesadaran atas batas tanggung jawab dokter dan memediasi secara parsial pengaruh literasi kesehatan dan pemberitaan media sosial terhadap kesadaran atas batas tanggung jawab dokter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kesadaran pasien terhadap batas tanggung jawab dokter dipengaruhi oleh pemahaman informasi kesehatan, paparan pemberitaan media sosial, dan tingkat kepercayaan pasien terhadap dokter, sehingga penguatan edukasi pasien dan pengelolaan komunikasi kesehatan menjadi aspek penting dalam pelayanan rumah sakit.
Copyrights © 2026