Variasi kebijakan dividen pada perusahaan sektor energi dipengaruhi oleh perbedaan kondisi keuangan dan mekanisme tata kelola perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas (ROA), likuiditas (CR), dan collateralizable assets (COLLAS) terhadap kebijakan dividen (DPR), serta menilai peran moderasi ukuran dewan komisaris pada perusahaan sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Teknik purposive sampling diterapkan sehingga menghasilkan 140 observasi dari 28 perusahaan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda data panel dengan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan likuiditas dan collateralizable aset tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Ukuran dewan komisaris hanya memoderasi hubungan antara likuiditas dan kebijakan dividen. Kesimpulan ini menyimpulkan bahwa kebijakan dividen sektor energi terutama ditentukan oleh profitabilitas, dan dewan komisaris berperan penting dalam pengawasan alokasi likuiditas terhadap distribusi dividen.
Copyrights © 2026