Kinerja profitabilitas perusahaan farmasi dipengaruhi oleh keputusan pengelolaan keuangan, khususnya likuiditas dan struktur pendanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh likuiditas dan solvabilitas terhadap profitabilitas perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2023–2024, dengan fokus pada pengelolaan aset lancar dan penggunaan utang dalam menghasilkan laba pada konteks pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan delapan perusahaan farmasi yang dipilih melalui purposive sampling sehingga menghasilkan enam belas observasi data panel. Profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), likuiditas diproksikan dengan Current Ratio (CR), dan solvabilitas diukur melalui Debt to Equity Ratio (DER). Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier, yang menghasilkan Random Effect Model sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas dan solvabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan farmasi. Current Ratio yang tinggi menunjukkan penumpukan aset lancar yang kurang produktif sehingga menurunkan efisiensi aset, sedangkan peningkatan Debt to Equity Ratio mencerminkan tekanan beban utang yang berdampak pada penurunan laba. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan likuiditas dan struktur pendanaan yang seimbang guna meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
Copyrights © 2026