Transformasi digital di tingkat desa menjadi kebutuhan mendesak untuk mengatasi inefisiensi pelayanan administrasi manual, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan platform Sistem Informasi Desa (SIDESA) di Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, guna mendigitalisasi layanan administrasi kependudukan dan meningkatkan literasi digital perangkat desa serta Karang Taruna. Permasalahan utama mitra adalah lambatnya proses pengurusan surat keterangan bagi 30% penduduk berprofesi perantau, yang menempuh prosedur manual berhari-hari dengan biaya tinggi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif-edukatif melalui empat tahap: observasi dan koordinasi, seminar sosialisasi, workshop teknis berbasis Laravel, serta pendampingan intensif. Peserta kegiatan meliputi 15 orang aparat desa dan 21 orang pengurus Karang Taruna (total 36 responden). Evaluasi kelayakan sistem menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 74 yang tergolong kategori acceptable berdasarkan skala Bangor et al. (2009). Secara teknis, performa sistem mencapai skor 95 pada PageSpeed Insights (desktop). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa platform SIDESA berhasil dioperasikan sepenuhnya sesuai lingkup implementasi yang direncanakan, memangkas waktu pelayanan dokumen kependudukan (SKTM, SKU, dan Domisili) dari hitungan hari menjadi menit, meningkatkan kapasitas digital aparat desa, serta menciptakan transparansi tata kelola data. SIDESA berpotensi menjadi model Smart Village yang berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh desa-desa lain. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat). Implementation of SIDESA: A Solution for Digitalizing Administrative Services and Improving Digital Literacy in Mancagar Village Digital transformation at the village level has become an urgent necessity to address the inefficiency of manual administrative services, particularly for highly mobile communities. This community service activity aims to implement the Village Information System (SIDESA) platform in Mancagar Village, Lebakwangi District, Kuningan Regency, to digitalize administrative services and improve the digital literacy of village officials and the Youth Organization (Karang Taruna). The primary challenge faced by the partner was the slow process of processing official letters for approximately 30% of the population who work as migrant laborers, requiring days of manual procedures at considerable cost. The implementation method was participatory-educational, conducted in four stages: observation and coordination, socialization seminars, technical workshops on Laravel-based web management, and intensive mentoring. Participants consisted of 15 village officials and 21 Karang Taruna members (36 respondents in total). System usability evaluation using the System Usability Scale (SUS) yielded an average score of 74, classified as acceptable according to Bangor et al. (2009). Technically, the system achieved a PageSpeed Insights score of 95 (desktop). The results indicate that the SIDESA platform was fully deployed within the planned implementation scope, reducing document processing time (SKTM, SKU, and Domicile letters) from days to minutes, enhancing the digital capacity of village officials, and promoting transparency in data governance. SIDESA demonstrates strong potential as a replicable Smart Village model for other villages. This activity contributes to the achievement of SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), and SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions).
Copyrights © 2026