The 2025 Community Service (PkM) activity entitled "Ngilmu Dance Training as a Pioneering Effort for Jogotirto Village, Berbah District, Sleman Regency as a Child-Friendly Area" aims to provide arts training, especially dance, to the children of Jogotirto Village. The Ngilmu dance training, which carries an implied meaning of education, is expected to have a positive impact on the development and behavior of children, such as fostering a sense of togetherness, encouraging the courage to express opinions, promoting respect for others’ opinions, and building responsibility for their actions. The method used in this PkM is drill and practice, which involves continuous dance training through imitation and repetition, both individually and in groups. Data on the development and positive changes in the participants were obtained through observations during the training and interviews with the participants' parents. The results of the implementation of the DLK PkM show that the PkM team successfully conducted the activities by providing Ngilmu dance material over seven meetings. The implementation of the training was divided into several parts, namely delivering movement material, dividing participants into groups, introducing dance properties, and recording videos in an open-air setting. The results of the analysis collected by the PkM team show that the participants greatly enjoyed the training and were able to master the material provided, both in terms of movement techniques and rhythm. Initially, the participants appeared afraid, shy, reluctant, and tended to be passive. As the training progressed, they began to show confidence in speaking, asking questions, expressing opinions, collaborating with peers, and demonstrating a high level of responsibility.Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PkM) tahun 2025 yang berjudul “Pelatihan tari Ngilmu Sebagai Upaya Rintisan Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman Sebagai Daerah Ramah Anak” bertujuan untuk memberikan pelatihan seni khususnya tari kepada anak-anak desa Jogotirto. Pelatihan tari Ngilmu yang tersirat makna tentang pendidikan, diharapkan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan perubahan perilaku anak seperti rasa kebersamaan, keberanian mengutarakan pendapat, menghargai pendapat orang lain, dan bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam PPM ini adalah drill and praktice, yakni pelatihan tari secara dengan cara praktik terus meneruskan dengan menirukan dan mempraktikkannya baik secara individu maupun berkelompok. Data yang diperoleh terhadap perkembangan dan perubahan positif dari para peserta pelatihan, didapat dari hasil pengamatan selama pelatihan dan wawancara kepada orang tua peserta. Hasil pelaksanaan PkM DLK menunjukkan bahwa, Tim PkM telah melaksanakan kegiatan PkM dengan memberikan materi tari Ngilmu sebanyak tujuh kali pertemuan. Pelaksanaan pelatihan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu pemberian materi gerak, pembagian kelompok, penggunaan properti tari, dan pengambilan video di alam terbuka. Hasil analisis yang berhasil dihimpun oleh Tim PkM menunjukkan bahwa, peserta pelatihan begitu menikmati pelatihan ini swerta menguasai materi yang diberikan baik itu teknik gerak maupun irama geraknya. Pada awalnya peserta terlihat takut, malu, sungkan dan cenderung pasif. Pada perkembangannya para peserta sudah mulai berani berbicara, bertanya, mengutarakan pendapat, bekerjasama dengan teman, serta mempunyai tanggungjawab yang tinggi.
Copyrights © 2026