Penurunan kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akibat degradasi komponen menjadi permasalahan utama dalam menjaga keandalan suplai energi dan efisiensi operasional, khususnya pada sistem PLTS berkapasitas kecil-menengah. Kondisi ini menyebabkan produksi energi tidak optimal serta meningkatnya ketergantungan terhadap jaringan listrik konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tekno-ekonomi dari penggantian komponen (repowering) pada sistem PLTS berkapasitas 10,8 kWp di Zona Teknologi Pertanian UG Technopark. Studi dilakukan dengan membandingkan kondisi sistem eksisting yang telah mengalami degradasi dengan skenario repowering yang diusulkan menggunakan perangkat lunak PVsyst. Data yang digunakan meliputi data operasional aktual, spesifikasi teknis komponen, serta data meteorologi lokal. Parameter teknis yang dianalisis terdiri dari produksi energi tahunan, Performance Ratio (PR), dan rugi-rugi sistem, sedangkan analisis ekonomi mencakup Net Present Value (NPV), Levelized Cost of Energy (LCOE), dan Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem eksisting belum mampu memenuhi kebutuhan energi secara optimal, dengan ketergantungan terhadap jaringan listrik PLN sekitar 44–52%. Setelah dilakukan repowering melalui penggantian inverter dan baterai serta optimasi konfigurasi sistem, kinerja operasional menunjukkan peningkatan stabilitas suplai energi dan pemanfaatan energi surya yang lebih efisien.
Copyrights © 2026