Masyarakat pesisir di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan menghadapi tekanan lingkungan dan ekonomi akibat abrasi pantai serta rendahnya nilai tambah pemanfaatan hasil laut. Kondisi ini mendorong perlunya upaya pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan konservasi lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan ketahanan pesisir melalui rehabilitasi mangrove dan pelatihan pengolahan hasil laut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, dan pendampingan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui penanaman 300 bibit mangrove pada lahan seluas 30 × 50 meter di kawasan rawan abrasi serta pelatihan pengolahan ikan peda menjadi produk abon bernilai tambah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai fungsi ekologis mangrove serta meningkatnya keterampilan dalam mengolah hasil laut menjadi produk ekonomi. Program ini menunjukkan bahwa integrasi rehabilitasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026