Pencemaran logam berat pada ekosistem perairan menjadi isu global yang mengancam keamanan pangan laut, khususnya pada kelompok bivalvia yang memiliki kemampuan bioakumulasi tinggi (Roy, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan metodologi depurasi logam berat pada bivalvia selama periode 2000–2025 melalui analisis bibliometrik. Data sebanyak 3295 dokumen diekstraksi dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan R-package Bibliometrix. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi tahunan sebesar 10,37%. Teridentifikasi evolusi metodologi yang signifikan, mulai dari penggunaan radiotracer (2000–2009), pendekatan biokimia dan fraksinasi seluler (2010–2015), hingga adopsi biomarker molekuler dan teknik omics (2016–2025). China mendominasi kontribusi global, sementara Indonesia berkontribusi 1,27% dengan tingkat sitasi yang relatif rendah. Tren penelitian saat ini bergeser menuju integrasi antara depurasi, penilaian risiko kesehatan manusia, dan perubahan lingkungan global.
Copyrights © 2026