UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, namun banyak pelaku usaha di wilayah seperti Dusun Turi masih mengalami keterbatasan dalam visual branding sehingga produk berkualitas sering dipasarkan dengan gambar yang kurang menarik dan berdampak pada rendahnya daya tarik konsumen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan foto branding sebagai strategi peningkatan daya tarik produk UMKM melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Experiential Learning Approach (ELA) dengan mitra UMKM Fujita Kue Bingke by Ratna M.Nur dan UMKM Elly Homemade. Metode yang digunakan meliputi survei, observasi, pelaksanaan program serta evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara kuantitatif dan kualitatif, dengan kenaikan pesanan harian sebesar 47% pada UMKM Fujita Kue Bingke dan peningkatan interaksi pelanggan sebesar 21% pada UMKM Elly Homemade. Selain itu pelaku usaha mampu menerapkan teknik pencahayaan, komposisi, dan konsistensi visual secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa optimalisasi foto branding yang dipadukan dengan pemanfaatan media digital efektif dalam memperkuat identitas visual, meningkatkan daya tarik produk dan memperluas pasar UMKM serta dapat menjadi model intervensi berkelanjutan yang dapat diterapkan pada UMKM di wilayah lain dengan karakteristik yang sama.
Copyrights © 2026