Latar Belakang: Kecemasan pada remaja yang terus meningkat setiap tahunnya, dapat mengganggu proses pencarian jati diri pada remaja. Permasalahan yang sering muncul yaitu kekerasan verbal dari perlakuan baik orang tua maupun lingkungan sekitarnya, kekerasan pada anak inilah yang dapat menjadi risiko peningkatan kesehatan mental yang buruk pada remaja terutama kecemasan. Salah satu terapi komplementer yang dapat membantu mempengaruhi situasi tegang maupun santai pada seseorang ada terapi musik. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap penurunan ansietas pada remaja yang mengalami kekerasan verbal di SMA X Jakarta. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experimental pre test and post test with control group, kemudian dianalisis dengan uji wilcoxon signed ranked test. Penelitian dilakukan di SMA X Jakarta, dengan 76 responden siswa dari kelas 10 dipilih secara nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety) yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terapi musik dapat menurunkan tingkat ansietas secara signifikan (p<0.05). Kesimpulan: Hal tersebut menunjukkan bahwa terapi musik klasik dapat diterapkan untuk menurunkan tingkat ansietas pada remaja.
Copyrights © 2026