Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER PALIATIF KANKER DALAM MERAWAT PASIEN KANKER DI MASYARAKAT DKI JAKARTA Widani Ni Luh; Dewi Prabawati; Maria Astrid; Fitriana Suprapti
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.157

Abstract

Kanker adalah penyakit tidak menular bersifat kronis ditandai adanya pertumbuhan sel abnormal dan pada stadium lanjut tidak bisa disembuhkan. Penderita kanker dapat mengalami masalah fisik, psikologis maupun sosial. Dampak fisik seperti keluhan sesak nafas, luka, pembengkakan, dan stres psikologis. Kondisi yang dialami pasien kanker, membutuhkan perawatan paliatif untuk mencapai hidup yang berkualitas. Perawatan paliatif dengan melibatkan keluarga dalam perawatannya. Pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan, khususnya kader paliatif dapat membantu keluarga merawat anggota keluarganya yang sakit. Kader paliatif sangat membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan dalam merawat pasien kanker dengan permasalahannya. Pelatihan kader paliatif ini dilakukan selama dua periode, setiap periode berlangsung selama dua hari dan dalam praktiknya peserta dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 5-7 orang. Hasil yang didapatkan, peserta semuanya aktif berlatih, mempraktikkan dengan hasil mayoritas baik. Diharapkan kader rutin berlatih, mempraktikkan dan mengajarkan kepada keluarga pasien. Kegiatan ini dapat berlanjut dan dilakukan penyegaran ketrampilan secara rutin
Relationship Between Parental Knowledge And The Prevention Behaviour Of School – Aged Children Against The Missue Of Narcotics Specifically Aibon Inhalant Henry, Chessy Miller; Hardayati, Yunita Astriani; Suprapti, Fitriana
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v12i1.574

Abstract

Addictive substances are materials that can cause addiction or dependence and can harm one's health status. In June 2022, there was recorded glue sniffing activity among school-aged children in Mimika, Central Papua, which can endanger their future and well-being. This research aims to analyze the relationship between parental knowledge and prevention behaviour regarding the misuse of Aibon glue, a type of addictive substance, among school-aged children. Data collection was conducted using an online form from March to April 2023 in the Inauga sub-district of Mimika. The research employed a quantitative approach with a descriptive correlational research design using a cross-sectional approach. The sample consisted of 111 respondents, selected using purposive sampling technique. The research instruments used were knowledge and prevention behaviour questionnaires. The results of the study showed that the majority of respondents were female (73.9%), in the early adulthood age category (26-35 years) (92.8%), and had a Diploma degree or equivalent education (48.6%). The majority of respondents had good knowledge (94.6%) and prevention behaviour (82.9%). Bivariate analysis using the chi-square test in SPSS version 25 indicated a significant relationship between parental knowledge and prevention behaviour regarding the misuse of Aibon glue, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The conclusion of this study is that better parental knowledge is associated with better prevention behaviour. This research is expected to serve as a reference for parents to understand that knowledge needs to be accompanied by preventive behaviour. With adequate knowledge, parents can implement prevention behaviour for their children.
Phenomenology Study of Self Concept And Adaptation of Covid-19 Re-Infection Patient at Work Area of Binong Public Health Care Curug Sub District Tangerang: Artharini, Moody; Suprapti, Fitriana; Kusumaningsih, Chatarina Indriati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 11 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2023.011.02.03

Abstract

The COVID-19 pandemic and recurrent infections are ongoing worldwide, including Indonesia. Physical issues often occur with fever, nausea, cough, flu, diarrhoea, and body aches. The psychological issues that occur are anxiety, fear of death, worry about losing a job, and stigma from society. Repeated infection with COVID-19 can cause disturbances in self-concept, including self-identity, self-image, role performance, self-esteem, and adaptation. The study aimed to explore the self-concept and adaptation of patients with recurrent infection with COVID-19 in the work area of the Binong Health Center, Curug District, Tangerang Regency. The research design is descriptive phenomenology, with an in-depth interview technique of 15 participants using the Colaizzi method. The research results in the aspect of self-concept explored four (4) themes, namely 1). Age and gender affect the concern, which uses traditional herbal alternatives. 2) changes in body image do not cause concern, 3). awareness to limit roles in order to prevent transmission, 4). good self-health can increase self-esteem. The adaptation aspect found that the ability to adapt physically and psychologically speeds up the healing process of the disease. The study concludes that self-concept is not disturbed but feels worried when exposed to COVID-19 again. In the aspect of adaptation, it finds the need to balance physical, psychological, and spiritual conditions. Recommendations for further research to conduct qualitative research with Focus Group Discussion (FGD) regarding self-concept and adaptation of patients re-infected with COVID-19 for the third time.
Persepsi Perawat tentang Perawatan Akhir Hayat (End Of Life Care) pada Pasien Paliatif Sinaga, Efrin; Suprapti, Fitriana; Kusumaningsih, Ch Indriati
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i1.8765

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan, mengidentifikasi dan mengeksplorasi persepsi perawat tentang Perawatan Akhir Hayat (End of Life Care) pada pasien paliatif. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pencarian dilakukan melalui database dan website elektronik menggunakan Pubmed, Google Scholar, Science Direct, dan Comparison of Literature Searches (CAS). Hasil review menggunakan 20 artikel ini adalah menjadi tersedianya tenaga perawat yang mampu memberi perawat peran penting dalam perawatan akhir hayat pada pasien paliatif dan membuka jalan menjadi seorang coordinator perawatan untuk pasien dan keluarga serta untuk tenaga kesehatan lainnya, melakukan apa yang diperlukan adalah menangani aktifitas yang sangat luas, selalu dalam kerangka pemahaman. Kesimpulan adalah masih banyak perawat yang belum menerima kurikulum perawatan paliatif di tingkat pendidikan dan tidak melakukan pelatihan perawatan paliatif. Meski begitu, pengalaman perawat dalam melakukan perawatan akhir hayat pada pasien paliatif sudah cukup untuk memenuhi standar prosedur dengan baik. Perawat bertindak sebagai penghubung antar berbagai tingkat perawatan kesehatan, antara profesi yang berbeda dan antara pasien dan keluarga yang berkontribusi untuk memastikan kualitas perawatan untuk pasien individu. Kata Kunci: Akhir hidup, Penyakit Lanjut, Peran, Perawat, Perawat Paliatif, Terminal.
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Paliatif pada Jemaat Gereja Protestan Bessa, Kristina Oktaviona; Suprapti, Fitriana; Surianto, Fulgensius
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i2.10816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien paliatif. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 64 pasien paliatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpul data menggunakan kusioner dukungan keluarga dan WHOQOL-BREF. Hasil penelitian dengan uji statistik Kendall’s tau b didapatkan nilai p value 0.001 (p = <0.05) adanya hubungan bermakna antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien paliatif. Sedangkan, variabel yang tidak berhubungan dengan kualitas hidup adalah usia (p value 0.388), pendidikan (p value 0.359), jenis penyakit (p value 0.280). Simpulan, terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien paliatif pada jemaat Gereja Protestan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Pasien Paliatif, Perawatan Paliatif,
Analysis of Factors Causing Compassion Fatigue in Nurses Sulistiyowati, R. R. Woro; Suprapti, Fitriana
International Journal of Science and Society Vol 7 No 1 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i1.1366

Abstract

Compassion fatigue can lead to behaviors such as loss of caring and compassion, thereby reducing the quality of care and ultimately failing to achieve the goal of improving patient health and unstable patient satisfaction. The purpose of this review was to identify and summarize published reviews on compassion fatigue in nurses and its impact on patient care. Three databases were searched, namely PubMed, Wiley Online Library, Proquest for studies on compassion fatigue in nurses, published in English from 2021 to 2024. The review used the Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analysis (PRISMA) extension to include articles. Of the 179 search results, 15 met the inclusion criteria. Several factors were identified in this review including burnout, number of dependent children, lack of task completion, nurse competence, nurse shift schedules, male nurse coping, low nurse income, low compassion satisfaction. This scoping review provides important insights into common causes and potential risks of compassion fatigue among nurses and identifies potential strategies to support nurses’ psychological health and well-being.
Screening Dini Pada Siswa Siswi Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru Bere, Contriana Yusinta; Rossalina, Enna; Wadu, Novita Marcelina Kana; Pasaribu, Jesika; W, Catharina Dwiana; Lousiana, Maria; Rasmaida, Sada; Wulandari, Agnes Maharani Puji; Astrid, Maria; Suprapti, Fitriana; Utami, Lucia; Margaret, Waisaktini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19014

Abstract

ABSTRAK Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya promotif dan preventif yang dilaksanakan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. Salah satu bentuk pelayanan UKS adalah kegiatan screening kesehatan atau penjaringan, yang bertujuan untuk mendeteksi dini permasalahan kesehatan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di lima sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada tanggal 5–7 Maret 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan 523 siswa kelas 4 hingga 6. Kegiatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pendataan awal dan pemeriksaan langsung yang mencakup kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut, status gizi, penglihatan, pendengaran, serta indikasi anemia. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji secara inferensial menggunakan uji Chi-Square (χ²). Hasil menunjukkan bahwa 70% siswa memiliki kuku kotor/panjang, 60% mengalami masalah gigi dan mulut, 15,1% memiliki gangguan penglihatan, 8% terindikasi anemia, dan 14% mengalami status gizi tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian karies gigi (χ² = 4,61; df = 1; p = 0,032), namun tidak signifikan pada anemia (χ² = 1,80; df = 1; p = 0,179). Kesimpulannya, masih banyak siswa yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek kebersihan dan kesehatan. Diperlukan intervensi edukatif dan pendampingan berkelanjutan dari guru, orang tua, serta kolaborasi lintas sektor dengan puskesmas untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Screening Dini, UKS, PHBS, Siswa Sekolah Dasar, Kesehatan Anak  ABSTRACT The School Health Unit (UKS) is a promotive and preventive program implemented in schools to improve the health status of students. One of its services is health screening, aimed at the early detection of health problems among students. This activity was carried out in five elementary schools under the jurisdiction of the Johar Baru Community Health Center, Central Jakarta, from March 5 to 7, 2024. This study employed a descriptive quantitative method with a total sampling technique involving 523 students from grades 4 to 6. The screening was conducted in two stages: initial data collection and direct examinations, including assessments of personal hygiene, oral health, nutritional status, vision, hearing, and signs of anemia. Data were analyzed descriptively and further tested using the Chi-Square (χ²) statistical test. Results showed that 70% of students had dirty/long fingernails, 60% experienced oral health problems, 15.1% had vision impairment, 8% were suspected of anemia, and 14% had abnormal nutritional status. Chi-Square analysis indicated a significant association between gender and the incidence of dental caries (χ² = 4.61; df = 1; p = 0.032), but no significant association with anemia (χ² = 1.80; df = 1; p = 0.179). In conclusion, many students require more attention regarding personal hygiene and general health. Sustainable educational interventions and support from teachers, parents, and cross-sector collaboration with health centers are essential to foster clean and healthy living behaviors in schools. Keywords: Early Screening, School Health Unit, Personal Hygiene, Elementary Students, Child Health
The Effectiveness of Self-Hypnosis in Reducing Anxiety Levels in Cancer Patients Dewi, Nurma; Suprapti, Fitriana; Hastono, Susanto Priyo
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i2.4973

Abstract

Chemotherapy becomes the primary treatment for cancer patients, but it causes various side effects and leads to anxiety. Many efforts have been made to address anxiety, one of which is self-hypnosis performed independently by the patient. This study aims to determine the effectiveness of self-hypnosis in reducing the anxiety levels of cancer patients undergoing chemotherapy. This study applied a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 40 cancer patients undergoing chemotherapy at Persahabatan Hospital were selected using purposive sampling. The intervention was self-hypnosis, administered for three consecutive days. Anxiety levels were measured using the HARS scale before and after the intervention. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis, including normality testing and the dependent t-test. The results show that in the intervention group, there was an average decrease of 10.83 from 31.78 to 20.95. The results of the dependent T-test showed a p-value of 0.015; there is a significant difference in the average anxiety levels before and after the intervention. The implications of this study on healthcare are to enhance the role of nurses in providing independent nursing care. Nurses can better understand the adaptation processes that occur in cancer patients, where patients must undergo a long series of treatments, thus having to adapt from their previous environment, where they could move freely, to a limited one due to declining physical conditions and dependence on healthcare services to improve their health. Relaxation through self-hypnosis can restore patients' motivation to recover and become more optimistic about undergoing treatment.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Motivasi Perawat Dengan Pelaksanaan Keperawatan Pada PAsien Dengan Kondisi End Of Life Di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit X Jakarta Nurhayati, Nurhayati; Suprapti, Fitriana
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.6019

Abstract

Pendahuluan: Perawatan End Of Life adalah perawatan pasien terminal mendekati akhir hayat sebagai persiapan pasien meninggal dengan damai dan bermartabat. Pengetahuan, sikap dan motivasi perlu dimiliki oleh perawat ICU untuk menentukan asuhan keperawatan EOL. Tujuan: Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pengetahuan,sikap dan motivasi perawat ICU dalam memberikan perawatan EOL. Metode: Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 56 sampel di RS X. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan pelaksanaan perawatan EOL dengan pengetahuan perawat (nilai p 0.004), sikap (nilai p 0.006), dan motivasi perawat (nilai p 0.000). Pembahasan: Pengetahuan perawat ditentukan dari kesiapan pendidikan di kurikulum dan pelatihan perawatan EOL diperlukan untuk kesiapan perawat. Sikap perawat terhadap perawatan EOL ditentukan oleh persepsi perawat terhadap akhir hayat dan topik ini juga cenderung dihindari. Kesimpulan: Rekomendasi untuk kurikulum dan pelatihan akhir hayat serta pembinaan motivasi perawat agar pelaksanaan perawatan EOL dapat terlaksana dengan baik.
Self-Management Fatigue Pasien Kanker yang Sedang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit: Literature Review Muswhina, Heny; Suprapti, Fitriana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61579

Abstract

Penyakit kanker dapat menyebabkan kondisi Fatique atau Cancer-related fatigue (CRF) pada penderita. Fatigue merupakan perasaan lelah yang dirasakan melebihi rasa lelah yang terjadi biasanya, dimana rasa lelah tersebut tidak kunjung membaik dengan memperbaiki istirahat dan nutrisi. Fatigue akan berdampak pada kemampuan, kapasitas fisik, hingga kualitas hidup penderita kanker, sehingga akan banyak bergantung pada orang lain untuk keperluan seharihari seperti aktifitas rumah tangga, transportasi, hingga kebutuhan yang bersifat pribadi seperti makan dan mandi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai strategi self-management fatigue yang efektif bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi di rumah sakit melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian ini adalah studi literature review. Database yang digunakan sebagai sumber literature terdiri dari Google Scholar, Pubmed hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatigue pada penderita kanker merupakan perasaan melelahkan yang muncul secara persisten, seiring dengan terapi kanker. Selff management fatigue yang dapat dilakukan adalah melalui manajemen secara fisik (tubuh), management pikiran, serta relaksasi pernafasan untuk menurunkan fatigue pasien kanker. fatigue yang dialami oleh surviver kanker dapat di atasi dengan self management fatigue yang baik oleh pasien kemoterapi di rumah sakit melalui penerapan aktivitas fisik yang tepat, meditasi dan relaksasi pernafasan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan self-management yang terintegrasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, mengurangi beban perawatan pada keluarga, dan berkontribusi pada pengembangan protokol perawatan holistik di rumah sakit.