Puisi Lama Indonesia yang kita kenal di Indonsia adalah puisi peninggalan sastra Melayu, ia merupakan warisan nenek moyang yang patut diplajari dan dipelihara, Bentuknya ada yang asli dan ada pula yang telah mendapat pengaruh dari puisi-puisi asing. Bentuk-bentuk puisi asli itu seperti pantun, peribahasa dan mantra. Sedangkan puisi-puisi asing seperti gurindam, seloka, syair, masnawi, ruba’i. kit’ah, gazal dan nazam. Gurindam adalah perkataan yang terdiri dari dua baris yang bersajak, berisi nasehat tau kebenaran. Artikel ini memuat pembahasan tentang wasiat pendidikan dan pengajaran yang terkandung dalam gurindam dua belas karya Raja Ali Haji. Raja Ali Haji adalah seorang tokoh cendekiawan muslim taat dan fanatik yang hidup pada abad ke 18 di pulau penyengat Riau, karya-karya yang dihasilkannya dalam hal keagamaan, silsilah, hukum adat, dan kesastraaan berakar dengan kuatnya dalam tradisi Melayu dan Islam menyebabkan reputasi dan prestisenya cukup tinggi dikalangan masyarakat bangsanya. . Artikel ini juga akan memperkenalkan kembali pada khalayak yang lebih luas tentang kekayaan sastra Indonesia yang sudah lama terpendam serta dapat menambah pengertian dan apresiasi terhadapnya
Copyrights © 2005