Pembangunan proyek Underpass pertama di Kota Ambon dengan menggunakan Struktur perkerasan lentur pada Jalan Gunung Malintang, untuk menghubungkan akses jalan menuju Jenderal Sudirman, panjang jalan 29,27 m dan lebar jalan 5 m, pada bagian jalur utama pergerakan arah Desa Galala, Hative Kecil menggunakan perkerasan kaku dengan panjang jalan 150 m dan lebar 7 m. Struktur perkerasan lentur dan perkerasan kaku menggunakan data lalulintas harian rata –rata (LHR) prediksi yang disurvey sebelum dibangun/dikerjakan pada tahun 2017. Penelitian dimaksudkan menganalisis hasil dan membandingkan tebal perkerasan lentur pada jalan Gunung Malintang, yang bertujuan menghubungkan akses jalan menuju Underpass Sudirman dengan menggunakan data LHR terkini atau actual survey lalulintas yang dilakukan 2 tahun, yaitu senin, 14 september 2020 sampai sabtu, 19 september 2020 dan senin 15 Maret 2021 sampai sabtu 20 maret 2021, dengan menggunakan Metode AASHTO 2005 dan Metode Bina MARGA 2017 pada Proyek Underpass Jenderal Sudirman Ambon. Lalu lintas harian rata –rata (LHR) pada proyek pembangunan Underpass Sudirman Ambon, khusus pada lokasi penelitian perkerasan lentur Jalan Gunung Malintang Ambon. Berdasarkan hasil survey LHR tahun 2020 dan 2021 mencapai pertumbuhan (i) sebesar 0,0002% dengan volume LHR masing –masing 73,7 smp pada tahun 2020 dan 103,5 smp pada tahun 2021. Tebal Total perkerasan lentur metedo AASHTO 2005 (50 cm) lebih besar dibandingkan metode Bina MARGA 2017 (49 cm). Tebal perkerasan dari kedua metode tebal lapis permukaan dengan metode AASHTO 2005 sebesar 12 cm dan metode Bina Marga 2017 sebesar 10 cm.
Copyrights © 2022