Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis CBR Subgrade Ruas Jalan Waisarisa – Piru Kabupaten Seram Bagian Barat Leuwol, Corneles; Latar, Sjafrudin; Talakua, Elisabeth
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 7 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i7.143

Abstract

Ruas jalan Waisarisa – Piru  merupakan Ruas jalan yang menghubungkan antara Desa Waisarisa dengan Kota Piru. Ruas jalan ini memiliki Panjang 17,1 Km  yang sebagian besar Ruas Jalan ini berada di antara jurang dan tebing. Pada STA 13 + 200 terjadi kerusakan struktur perkerasan yang telah mengalami penurunan di akibatkan kelongsoran pada tebing.Lokasi yang menjadi titik rawan longsor saat ini sangat berbahaya apalagi titik lokasi tersebut juga merupakan akses lalulintas dimana pengguna jalan yang sering melintasi  kawasan itu,  Berdasarkan cirinya tanah tersebut merupakan tanah lempung sehingga tanah tidak mampu menahan beban dari perkerasan pada ruas jalan akibat dari konsistensi tanah yang tidak stabil. Sebagaimana indikatornya dapat diketahui dari kondisi permukaan jalan,yang mengalami kerusakan.Penelitian tanah menggunakan metode ASTM untuk pengujian propertis, untuk menentukan karateristik tanah menggunakan metode USCS dan AASTHO sedangkan untuk pengujuan utama menggunakan metode CBR.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan hasil pengujian tanah dasar Ruas Jalan Waisarisa – Piru ,Kecamatan Seram Barat setelah dilakukan pemeraman dengan umur pemeraman 0 hari menghasilkan nilai CBR 0,1” sebesar 2,30769 dan 0,2” sebesar 5,3785 diikuti dengan nilai CBR terhadap pemeraman 7 hari untuk 0,1” sebesar 2,5 dan 0,2” sebesar 5,5 ,dan untuk pemeraman 14 hari memiliki nilai CBR 0,1” sebesar 3,61538 dan 0,2” sebesar 6,25).
Keselamatan Berlalu Lintas di Ruas Jalan Wakal – Taeno Kota Ambon Tuhuteru, Mayang Sari; Talakua, Elisabeth; Soumokil, Musper David
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 10 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i10.366

Abstract

Keselamatan lalu lintas merupakan hal yang tidak  dapat dipisahkan dari transportasi darat. Namun keselamatan lalu lintas bukan hanya semata – mata masalah dalam hal transportasi melainkan juga merupakan masalah sosial kemasyarakatan dalam lingkup global. Salah satu penyebab kecelakaan, seperti prasarana, faktor sekeliling, sarana, dan rambu atau peraturan. Keselamatan lalu lintas bertujuan untuk menurunkan korban kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut. Kecelakaan lalu lintas pada umumnya terjadi karena berbagai faktor penyebab yang bekerja secara serempak, seperti : pelanggaran atau sikap tak hati – hati dari para pengguna jalan (pengemudi), kondisi jalan, kondisi kendaraan, cuaca serta jarak pandang yang terhalang. Kesalahan pengemudi merupakan faktor utama kecelakaan antara lain karena kelelahan, kelengahan, kekurang tidak hati – hatian dan kejenuhan. Penyebab kecelakaan dapat dikelompokkan dalam empat bagian yaitu: manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan (Warpani, 2002). Pentingnya keselamatan dijalan baru sangat dipengaruhi oleh adanya rambu – rambu lalu lintas marka jalan yang jelas penerangan yang memadai serta pengaman (seperti guardrail). Kurangnya fasilitas ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Evaluasi Bangunan Bawah Jembatan Wai Lan Pada Desah Naiwel Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur Sopacua, Samuel A.; Talakua, Elisabeth; Hutubessy, Vector R. R.
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 11 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i11.393

Abstract

Pulau Seram, Khususnya ruas ajan trans seram menuju kabupaten seram bagian timur, mengalami kendala transportasi akibat kurangnya sarana, seperti akses jalan yang belum memadai dan keberadaan sungai memisahkan desa-desa seiring perkembangan teknologi transportas, pemerintah provinsi Maluku merencanakan pembangunan jembatan beton untuk meningkatkan akses transportasi. Namun, terdapat masalah pada bangunan bawah jembatan, dimana galian pondasi tidak sesuai dengan data tanah yang dapat mempengaruhi daya dukung jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bangunan bawha jembatan guna memastikan keamanan dan kestabilan jembatan Dari hasil penelitian ini di rencanakan panjang dimensi jembatan, panjang jembatan 15 m dengan lebar jembatan 9,50 m dengan jenis pondasi yang di gunakan adalah pondasi sumuran dengan kedalaman pondasi 4 m. Kemudian dilakukan pengecekan terhadap stabilitas guling sebesar 6,707 kemudian pengecekan terhadap stabilitas geser sebesar 4,435393 dan pengecekan terhadap stabilitas amblas 1,5807   1,6334 dari ke 3 hasil pengecekan pada pondasi sumuran ini dapat di simpulkan bawah semua hasil pengecekan memenuhi syarat faktor keamanan (aman).
Pengaruh Penambahan Serat Batang Pisang pada Stabilisasi Tanah Ruas Jalan Desa Hila-Hative Besar Kota Ambon: The Effect of Adding Banana Stem Fiber on Soil Stabilization of the Hila-Hative Besar Village Road Section, Ambon City Hatuwe, Tessa; Talakua, Elisabeth; Latar, Sjafrudin
LITERA: Jurnal Ilmiah Mutidisiplin Vol. 2 No. 2 (2025): LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floor the village of hila - the great hative city ambon is a link between the villages of hila and the great hative, where the road was dismantled and preparation since 2017 and no other work has been done since then. This road extends 3 km long and 4.5 m wide, where sta 00 + 000 is in the waikepi s/d sta 03 + 000 housing area called oli. The aim of this study is to get soil characteristic value and to gain the influence of adding banana stem fibers to 0%, 3%, 6% and 9% variations on genuine soil CBR. The results of this research were obtained according to the USCS classification of soil on the Hila-Hative Besar village road, Ambon City, which is classified as organic clay soil with high plasticity (OH) because it has a fine-grained or clay type of soil. According to the AASTHO classification, it is classified as A-7-6 soil with a clay type. The effect of adding banana stem fiber with variations of 0%, 3%, 6%, and 9% on the CBR value of the original soil was an increase in the CBR value during the 0 day and 7 day curing periods. At 14 days, the CBR value decreased because the banana stem fiber added material used was rotting, causing the CBR value to decrease.
Survey Investigasi Desain Dinding Penahan Tanah Ruas Jalan Taniwel – Buria Kabupaten Seram Bagian Barat Latumapayahu, Fikri R; Frans, Pieter Lourens; Talakua, Elisabeth
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i5.615

Abstract

Dinding penahan tanah adalah suatu konstruksi yang di bangun untuk menahan tekanan tanah dan beban lainnya. Ruas jalan Taniwel – Buria yang terletak di kabupaten Seram Bagian Barat adalah salah satu ruas jalan provinsi maluku yang menghubungkan antara desa Taniwel - Buria dan desa - desa sekitarnya. Ruas jalan ini kerap mengalami patahan akibat longsor karena lokasinya  berada di daerah perbukitan. Panjang ruas jalan 7 Km, lebar jalan 5 m, patahan yang mengalami longsor terjadi sepanjang 32 m pada STA 07 + 362 – 07 + 391. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh data tanah, mengetahui kondisi tanah dan mendesain dinding penahan sesuai karakteristik tempat tertentu.Dinding penahan tanah yang di desain yaitu dinding penahan tipe kantilever menggunakan metode rankine dengan dimensi tipikal berdasarkan standar SNI 8460 : 2017 tentang persyaratan perancangan geoteknik . Standar mutu beton untuk desain dinding penahan yang aman digunakan minimal beton Fc 15 Mpa sesuai SNI 2874 2019 persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Investigasi yang dilakukan yaitu terkait pengujian kadar air, berat isi, berat jenis, atterberg limit, analisa saringan dan pemadatan.Dari hasil uji laboratorium dan perhitungan dinding penahan, tanah yang ada di kawasan taniwel – buria merupakan kerikil berlanau bergradasi baik dengan dimensi lebar atas 0,3 meter lebar bawah 4,5 meter dan tinggi 6 meter faktor keamanan (SF) dengan nilai , yaitu untuk gaya guling sebesar (fgl) = 3,669 (Ok), gaya geser sebesar (fgs) = 3,034 (Ok), stabilitas terhadap daya dukung ultimate sebesar (qu) 2359,962  kN/m, Faktor keamanan terhadap daya dukung sebesar (SF) = 16,3 (Ok).
Analisis Dowel Sebagai Penyalur Beban Pada Perkerasan Jalan Beton Underpass Sudirman Ambon Titariuw, Stiven Eurico; Hamkah, Hamkah; Talakua, Elisabeth
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 7: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i7.3968

Abstract

Perkerasan jalan beton di Indonesia dimulai tahun 1985 dan penggunaannya terus berkembang, walapun jumlah saat ini sekitar 2,59%. Jenis perkerasan beton yang paling umum digunakan di Indonesia ialah beton bersambung tampa tulangan, dimana salah satau bagian penting ialah dowel merupakan komponen yang digunakan sebagai penyambung atau pengikat pada sambungan plat beton penyalur beban pada sambungan antara pelat yang satu ke pelat yang berikutnya. karena bila ini tidak dirancang dan dilaksanakan dengan baik akan menimbulkan kerusakan berupa retak. Penelitian dilakukan pada dengan metode SNI 2052 : 2017 melalui pengujian di laboratorium. Dari Hasil penelitian uji tarik baja, dowel mempunyai nilai kuat tarik yang semakin besar sesuai dengan beban yang diberikan Mengacu nilai kuat tarik yang dihasilkan maka dowel dapat digunakan sebagai perkerasan beton. untuk penerapan dilapangan diperlukan spesifikasi yang direkomendasikan berdasarkan hasil penelitian
Analisis Daya Dukung Tiang Pancang terhadap Pengaruh Review Design Jembatan Wailola Besar Bula, SBT Pratama, Gabriel; Talakua, Elisabeth; Latar, Sjafrudin
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 3 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i3.5325

Abstract

In the work to replace the Big Wailola Bridge, several problems were encountered, including changes in the height of the planned and actual abutments. The planned abutment height is 7.20 M high and the realized height is 8.80 M. However, the changes (Design Review) do not change the structure of the pile foundation. And also from the boring results at the location it is known that at a depth of 36 M the SPT only shows the number 32, namely clay soil so that the bearing strength of the pile is determined from the frictional resistance between the pile wall and the surrounding soil (Fraction pile).
ANALISIS PENGARUH SUHU CAMPURAN AC-WC TERHADAP BERAT JENIS PEKERJAAN JALAN TANIWEL-SALEMAN PULAU SERAM Rumbia, Najar; Huwae, David Daniel Marthin; Talakua, Elisabeth
Journal Agregate Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v2i2.1604

Abstract

This condition causes the asphalt mixture to be unable to be overlaid on the road work site because the temperature of the mixture is below the overlay and compaction temperature. According to the provisions of the asphalt mixture that has experienced a decrease in temperature can no loger be used. But the reality that happens a lot in the field is that sanding is still done and followed by the next stage, namely compaction. Therefore, it is necessary to conduct research on the effect of heating on the concrete asphalt layer mixture, namely hot rolled sheet-Base (HRS-Base). The method used, the effect of AC-WC asphalt mixture temperature on the specific gravity of road work is . From yhe results of the marshall analysis, the value of marshall parameters that meet the requirements is in the range of asphalt content 4.50-5.80 so that the optimum asphalt content is obtained at the middle value of the limit range above is 5.12%. Comparison of asphalt temperature to field temperature and lab asphalt temperature. The asphalt temperature in the lab is 5.5% asphalt content and the asphalt temperature used in the lab is 160°C, 150°C, 140°C, 130°C, while the asphalt content used in the field is 5.0% asphalt content and the asphalt temperature used in the field is 125°C, 135°C, 140°C, 145°C. Further research needs to be carried out in the form of marshall soaking tests with the intention of measuring the durability of the binding/adhesion of asphalt mixtures to the influence of temperature.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN PENANGGULANGAN KERUSAKAN RUAS JALAN BURIA-RIRING KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Makaruku, Richard; Talakua, Elisabeth; Lewakabessy, Godfried
Journal Agregate Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v2i2.1717

Abstract

The Buria-Riring Road section is located in Taniwel District, West Seram Regency, Maluku Province. This road section was built in 2019. However, in the middle of 2021 this road experienced damage. The topographic condition of the road section is in the mountains with many hills and slopes, plus the high level of rainfall means that rainwater that falls directly floods the road body and damages the pavement structure. With this condition, people no longer feel comfortable accessing this road. The purpose of this study is to determine the type of damage that occurs and what factors cause the damage, as well as find solutions to overcome the damage that occurs in the form of planning pavement thickness and planning drainage channel dimensions. The method used for planning the thickness of the flexible pavement is the 2017 Pavement Design Manual and calculating the dimensions of the drainage channels. From the results of the analysis, the type of damage that occurs is the release of grains (Raveling) and the causative factors are not built drainage channels and the carrying capacity of subgrade soils that are less stable. From the calculation results, it is obtained that the thickness of the stabilized subgrade is 175 mm, the aggregate base layer for class B is 100 mm, the base layer for class A aggregate is 200 mm, the burda with an aggregate size of at least 20 mm. And from the results of the calculation of the dimensions of the drainage channel, it is obtained that the width of the base of the channel is 55 cm, the width of the top of the channel is 90 cm and the depth of the channel is 75 cm.
TINJAUAN TEBAL LAPIS PERKERASAN LENTUR DAN BANGUNAN PELENGKAP RUAS JALAN DESA LAYENI KABUPATEN MALUKU TENGAH Latan, Alberth; Talakua, Elisabeth; Tahya, Hendrie
Journal Agregate Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v2i2.1758

Abstract

Road and Bridge Construction Engineering Study Program, Department of Civil Engineering, Ambon State Polytechnic. The Layeni Village Road Section of Central Maluku Regency is a secondary local cross road that has been damaged at several points on the road so that it must be upgraded from asphalt pavement to flexible pavement (Hotmix) and road complementary buildings. Based on the data analysis process obtained using the 2017 Bina Marga Method, the results for the Asphalt Concrete-Wearing Course (AC WC) layer thickness of 4 cm, for the Asphalt Concrete-Binder Course (AC BC) layer thickness of 6 cm, for the Asphalt Concrete-Base (AC BASE) layer thickness of 18 cm while the 1993 AASTHO Method obtained results for the Surface Course layer thickness of 15 cm, Base Course 10 cm and Sub Base Course 5 cm and for the existing drainage channel discharge obtained 0.31 m3 /second and the plan discharge is 0.98 m3 /second with a discharge difference of 67 m³ /s.