Keterampilan abad ke-21 yang dikenal dengan istilah 4C, yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration, merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Guru memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan keterampilan tersebut ke dalam proses pembelajaran, sehingga persepsi guru menjadi faktor penting yang memengaruhi implementasinya di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai persepsi guru sekolah dasar terhadap pengembangan keterampilan 4C pada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain explanatory sequential, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif dan dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif untuk memperdalam dan menjelaskan temuan kuantitatif. Subjek penelitian pada tahap kuantitatif terdiri atas 30 guru sekolah dasar dari beberapa sekolah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mencakup empat aspek keterampilan 4C dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sejumlah guru terpilih dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap pengembangan keterampilan 4C berada pada kategori baik, dengan aspek kolaborasi dan komunikasi memperoleh skor lebih tinggi dibandingkan aspek berpikir kritis dan kreativitas. Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu, tuntutan penyelesaian materi, serta orientasi penilaian pada jawaban benar menjadi faktor yang menghambat pengembangan berpikir kritis dan kreativitas siswa. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada pembelajaran dan asesmen yang mendorong pengembangan keterampilan 4C secara seimbang di sekolah dasar.
Copyrights © 2026