Masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah pencatatan keuangan, terutama terkait dengan keteraturan, pemisahan antara keuangan usaha dan pribadi, serta penerapan prinsip akuntansi yang tepat. Hal ini juga terjadi pada UMKM rumah tangga di Desa Tropodo, di mana mereka belum mengimplementasikan pencatatan yang berbasis syariah secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam pencatatan keuangan syariah melalui kegiatan pendampingan. Pendekatan yang digunakan yaitu Asset-Based Community Development (ABCD) dengan langkah-langkah discovery, dream, design, define, dan do. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta kuesioner yang dilakukan sebelum dan setelah kegiatan. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pelaku UMKM untuk mencatat transaksi, menyiapkan laporan keuangan sederhana, serta memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi. Selain itu, kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas sesuai kaidah syariah juga meningkat. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pendampingan berbasis komunitas dapat secara efektif meningkatkan pengelolaan keuangan UMKM serta mendukung keberlanjutan usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Copyrights © 2026