Keterbatasan dalam aksesibilitas dan kurangnya penggunaan teknologi digital menjadi salah satu tantangan utama yang dialami oleh pelaku UMKM, terutama usaha duplikat kunci di Desa Siwalankerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki aksesibilitas konsumen dengan memberikan pendampingan dalam membuat dan mengoptimalkan Google Maps sebagai alat pemasaran digital. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data yang terdiri dari wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa setelah mendapatkan pendampingan, pelaku UMKM berhasil mendaftarkan bisnis mereka di Google Maps dengan informasi lengkap, termasuk alamat, jam buka, dan foto-foto. Ini membuat konsumen lebih mudah menemukan lokasi usaha dan meningkatkan interaksi digital melalui fitur ulasan. Selain itu, juga terdapat peningkatan pemahaman dan kemampuan digital pelaku usaha dalam menggunakan teknologi sebagai strategi pemasaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi lokasi bisnis melalui platform Google Maps dapat secara signifikan meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan memperkenalkan model pendampingan digital sederhana yang dapat diterapkan pada UMKM lain untuk mendukung perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Copyrights © 2026