Kabupaten Jember memiliki potensi limbah kayu yang besar dari industri meubel, konstruksi, dan rumah tangga. Limbah ini berpotensi diolah menjadi produk agrokreatif bernilai tambah, namun sering terbuang sia-sia. Mitra pengrajin Gudang Vintage (sebelumnya Muterin Dapur) menghadapi berbagai kendala, mulai dari kualitas bahan baku yang tidak stabil, keterampilan teknis terbatas, kurangnya peralatan modern, hingga strategi pemasaran digital yang belum terarah. Kondisi ini menyebabkan daya saing produk rendah, terutama untuk menembus pasar ekspor. Program pengabdian ini bertujuan merevitalisasi industri agrokreatif limbah kayu melalui penerapan teknologi inovasi dan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi pengadaan dan penggunaan mesin CNC Router serta alat pendukung, pelatihan teknis dasar dan manajemen usaha, rebranding usaha menjadi Gudang Vintage, serta penguatan kanal pemasaran digital melalui Instagram, Shopee, dan TikTok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 20–30%, kualitas produk lebih konsisten, dan tercipta diversifikasi desain baru sesuai preferensi konsumen. Dari sisi pemasaran, engagement media sosial meningkat, transaksi awal di marketplace tercapai, serta citra merek semakin kuat. Inovasi teknologi dan pemasaran digital terbukti efektif memperkuat kapasitas usaha pengrajin, meningkatkan nilai tambah limbah kayu, serta membuka peluang daya saing ekspor dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Copyrights © 2026