Permasalahan pernikahan dini dan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja masih menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu strategis yang memerlukan intervensi edukatif berbasis sekolah, khususnya terkait praktik higiene genital dan risiko pernikahan dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kedua aspek tersebut di Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Intervensi diberikan kepada 151 siswa SMP (usia 13–15 tahun) melalui metode pembelajaran interaktif yang meliputi sosialisasi, diskusi kelompok, dan permainan edukatif. Evaluasi efektivitas menggunakan N-Gain Score menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rerata 0,792 (kategori tinggi), dimana 68,2% peserta mencapai kategori tinggi (>0,7). Pemahaman praktik higiene genital meningkat dari 45% menjadi 92%, sementara kesadaran terhadap risiko pernikahan dini meningkat dari 30% menjadi 82%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan interaktif efektif dan mendukung integrasi edukasi kesehatan reproduksi dalam kurikulum sekolah. Diperlukan pendekatan edukasi yang lebih personal dan berkelanjutan, terutama bagi peserta dengan peningkatan pengetahuan rendah, serta evaluasi jangka panjang untuk menilai keberlanjutan pemahaman dan perubahan perilaku remaja.
Copyrights © 2026