Pondok Pesantren Entrepreneur Al Ittihad Krenceng Kepung Kediri merupakan salah satu pondok pesantren yang mengintegrasikan keilmuan keIslaman dan entrepreuner. Dalam menjalankan programnya, pondok tersebut menghadapi tantangan signifikan dalam mengoptimalkan potensi wirausaha internalnya. Meskipun pesantren ini telah menjalankan unit usaha budidaya ikan lele dengan model operasional yang belum efisien dan terintegrasi. Masalah utama yang diidentifikasi adalah tingginya biaya pakan komersial untuk lele serta kurang maksimal dan penjualan produk. Kondisi ini mendesak dilakukannya intervensi strategis untuk mendorong kemandirian bisnis santri. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), dimulai dari tahap Discovery dengan mengidentifikasi usus ayam dan ikan lele sebagai aset internal pesantren. Berdasarkan aset tersebut, tahap Dream dan Design diwujudkan melalui perumusan dua program utama: (1) Pendampingan Pemanfaatan Usus Ayam sebagai Pakan Alternatif. (2) Pelatihan Pembuatan Abon Lele. Implementasi program dilakukan melalui model pelatihan dan praktik yang melibatkan partisipasi aktif santri dan pengurus unit usaha pesantren sebagai subjek utama. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi biaya operasional dan kapasitas kewirausahaan santri. Pendampingan pemanfaatan usus ayam berhasil menciptakan solusi pakan alternatif yang berkelanjutan dan mengurangi biaya input budidaya lele, sekaligus memecahkan masalah limbah. Pelatihan pembuatan abon lele juga menghasilkan prototipe produk olahan yang siap dipasarkan, membuka jalur pendapatan baru bagi pesantren. Pengabdian ini sukses mentransformasi limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi dan memberdayakan santri dengan keterampilan entrepreneurial yang komprehensif.
Copyrights © 2026