Fitur komunitas dalam media sosial X (Twitter) memungkinkan penggunanya berkumpul berdasarkan kesamaan minat atau tujuan tertentu, salah satunya adalah Komunitas Marah-Marah yang memiliki lebih dari satu juta anggota. Komunitas ini menjadi ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan kemarahan dan perasaan negatif lainnya, yang sering disampaikan secara terang-terangan melalui kata-kata kasar atau ungkapan sensitif. Meskipun tergolong sebagai agresi verbal, ekspresi semacam ini kerap dianggap wajar dalam komunitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika proses terjadinya perilaku agresi verbal pada anggota Komunitas Marah-Marah di X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap tiga partisipan yang dipilih dengan teknik maximum variation sampling dan dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menghasilkan tujuh tema utama: (1) komunitas menyediakan wadah aman untuk marah, (2) faktor internal menjadi pemicu kemarahan, (3) perasaan dipenuhi oleh kemarahan, (4) pikiran ikut memproses kemarahan, (5) tubuh ikut merasakan kemarahan, (6) kemarahan akhirnya diungkapkan, dan (7) dampak setelah mengungkapkan kemarahan. Temuan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai dinamika agresi verbal di Komunitas Marah-Marah dan menjadi landasan bagi penelitian lanjutan.
Copyrights © 2026