Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan prevalensi stunting di Puskesmas Alalak Selatan menduduki peringkat pertama di Kota Banjarmasin (243 kasus atau 9,3%). Kondisi stunting pada anak memiliki dampak berupa lingkar kepala kecil sehingga pertumbuhan otak tidak optimal, hal ini diduga berhubungan dengan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan lingkar kepala dengan perkembangan pada balita stunting di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Metode penelitian kuantitatif ini dengan rancangan analitik korelatif cross-sectional pada 69 balita stunting berusia 24-60 bulan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa metlin, KPSP dan lembar observasi. Data dianalisis dengan uji korelasi Kolmogorov-Smirnov Z. Hasil didapatkan mayoritas responden memiliki karakteristik umur ibu tidak berisiko sebanyak 50 sampel (72,5%), berusia prasekolah sebanyak 38 sampel (55,1%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 38 sampel (55,1%), memiliki lingkar kepala tidak normal sebanyak 47 sampel (68,1%) dan memiliki perkembangan yang sesuai sebanyak 39 sampel (56,5%), p value 0,001 sehingga Ha diterima. Penelitian disimpulkan ada hubungan lingkar kepala dengan perkembangan pada balita stunting di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Ibu disarankan untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi/gizi balita.
Copyrights © 2026