Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi koping remaja korban perceraian orang tua dalam perspektif hukum keluarga Islam dengan pendekatan Al-Qur’an dan Hadis. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian memberikan dampak multidimensional terhadap remaja, meliputi aspek psikologis, emosional, sosial, pendidikan, dan spiritual. Strategi koping remaja terbagi menjadi problem-focused coping, emotion-focused coping, dan religious coping, yang dalam praktiknya dapat berkembang menjadi adaptif maupun maladaptif. Dalam perspektif Islam, koping ideal diwujudkan melalui konsep sabar, tawakal, syukur, husnuzan, serta praktik ibadah seperti dzikir, doa, dan shalat. Penelitian ini juga menemukan bahwa hukum positif di Indonesia, khususnya Kompilasi Hukum Islam, masih bersifat normatif-deklaratif dan belum memfasilitasi mekanisme koping secara komprehensif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara teori koping dalam psikologi modern dengan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai kerangka analisis hukum keluarga Islam, serta kritik terhadap ketiadaan mekanisme koping dalam hukum positif Indonesia.
Copyrights © 2026