Keterlambatan berbicara pada anak-anak di usia dini kini semakin sering terlihat di masa digital ini. Minimnya komunikasi verbal antara orang tua dan anak yang disebabkan oleh cara pengasuhan modern serta penggunaan teknologi yang berlebihan menjadi salah satu alasan utama terjadinya keterlambatan berbicara. Selain itu, faktor dalam diri anak seperti masalah perkembangan alat bicara, gangguan dalam pemrosesan bahasa, dan rendahnya konsentrasi juga berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam berkomunikasi secara lisan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan cara komunikasi yang dipakai oleh anak-anak berusia 4–5 tahun yang mengalami keterlambatan berbicara dalam proses belajar di PAUD Bina Lestari, serta mengidentifikasi peran guru dalam mendukung perkembangan kemampuan komunikasi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjeknya terdiri dari dua anak, yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan yang teridentifikasi memiliki keterlambatan berbicara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan selanjutnya dianalisis dengan model analisis tematik yang dikembangkan oleh Braun dan Clarke pada tahun 2006. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki peran krusial sebagai penghubung dalam membantu anak dengan keterlambatan berbicara meningkatkan kemampuan komunikasi mereka melalui metode pembelajaran interaktif, penggunaan media visual, dan memberikan stimulus verbal secara berulang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan responsif dalam lingkungan PAUD. Kata kunci: Strategi Komunikasi; Speech Delay, Peran Guru, Anak Usia 4-5 tahun
Copyrights © 2026