Debonding antara lembaran GFRP dan beton telah menunjukkan suatu fenomena kritis  dalam penggunaan  lembaran G FRP  sebagai  tulangan  luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh luas area lekatan terhadap perilaku runtuh dan kuat lentur  balok beton dengan perkuatan 1 lapis GFRP. Pengujian kuat lentur dilakukan terhadap benda uji balok beton dengan ukuran 150 × 200 × 2500 mm, di atas 2 tumpuan sederhana dan dibebani 2 beban terpusat pada jarak 987,5 mm dari masing-masing tumpuan. Benda uji dibuat dalam 4 perlakuan yaitu, balok tanpa penambahan lapis GFRP dengan dimensi 180 cm x 10 cm, balok dengan penambahan 1 lapis GFRP dengan dimensi 180 cm x 15 cm, dan balok dengan penambahan 1 lapis GFRP dengan dimensi 240 cm x 15 cm. Masing-masing perlakuan dibuat 2 buah benda uji. Adapun data yang diamati selama pengujian meliputi beban retak, beban ultimit, lendutan dan mode kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mode kegagalan untuk balok dengan penambahan 1 lapis GFRP dengan dimensi 180 cm x 10 cm dan balok dengan penambahan 1 lapis GFRP dengan dimensi 180 cm x 15 cm yaitu lepasnya ikatan antara GFRP dan beton ( debonding ), untuk balok dengan penambahan 1 lapis GFRP dengan dimensi 240 cm x 15 cm yaitu putusnya lembaran GFRP. Penggunaan GFRP juga dapat meningkatkan kuat lentur pada balok beton. Bila dibandingkan dengan balok control ( tanpa penambahan lembar GFRP ) peningkatan kapasitas lentur untuk balok penambahan 1 lapis GFRP dengan dimensi 180 cm x 10 cm mampu meningkatkan beban sebesar 54,17% sedangkan untuk balok dengan penambahan 1 lapis GFRP dengan dimensi 180 cm x 15 cm sebesar 112,5% dan untuk balok dengan penambahan 1 lapis GFRP dengan dimensi 240 cm x 15 cm sebesar 129,17%.
Copyrights © 2018