Untuk penanganan permasalahaan rembesan di bawah tubuh bendungan harus digunakan material tanah yang senyawa dengan konstruksi bendungan terutama memilih tanah yang tingkat pori-porinya rendah dan punya tingkatan pemadatan tinggi dalam mencegah tidak terjadinya rembesan dibawah tubuh bendungan. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaruh kepadatan tanah terhadap rembesan air dibendungan urugan tanah (2) untuk mengetahui pengaruh kepadatan tanah terhadap pola aliran garis depresi pada tubuh bendungan.penelitian ini mengguakan konsep dasar permodelan dengan bantuan skala model adalah membentuk kembali masalah atau penomena yang ada diprototip dalam skala yang lebih kecil sehingga fenomena yang terjadi dimodel akan mirip dengan yang ada diprototip yang dimaksud adalah berupa bendungan urugan tanah yang sudah dipadat penelitian menunjukkan analisa debit rembesan pada masing-masing metode, metode depuit pada kepadatan 70,07%(0,1264 ml/jam), kepadatan 78,23% (0,0760 ml/jam) dan kepadatan 86,94% (0,0282 ml/jam). metode Schaffernak & van iterson pada kepadatan 70,07% (0,1052 ml/jam), kepadatan 78,23% (0,0617 ml/jam) dan kepadatan 86,94% (0,0230 ml/jam). dan metode L.Cassagrande pada kepadatan 70,07% (0,1030 ml/jam) kepadatan 78,23% (0,0604 ml/jam) dan kepadatan 86,94% (0,0225 ml/jam). sehingga dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi tingkat kepadatan pada tubuh bendungan, maka semakin kecil rembesan yang terjadi.hal ini disebabkan karena semakin padat timbunan tanah, maka semakin kecil rongga pori dari tanah tersebut sehingga menghambat atau memperlambat jalannya air dari tanah itu sendiri dan juga kuat geser tanah semakin besar.
Copyrights © 2020