Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL

REGENERASI KAWASAN KUMUH DI TAMBORA : REGENERASI EKOLOGI DAN SOSIAL PADA HUNIAN MASYARAKAT

Gusfino, Hasta (Unknown)
Hadiwono, Alvin (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Due to its strategic location and being one of the lower-middle class economic centers in West Jakarta, Tambora District has become a target for urbanization.  Massive urbanization has caused Tambora's population density to increase sharply, making it one of the most densely populated areas in Southeast Asia.  High population density causes Tambora to have a very high residential density. This very high residential density causes various ecological problems such as unhealthy slums and the lack of green spaces.  The purpose of this study is to create new residential buildings that can solve residential problems and create green spaces for the community.  The research method is to study the community's lifestyle and settlement patterns using the fractal method, and to re-arrange the slum buildings using the shape grammar method.  The steps used are to study the existing settlement patterns and the community's lifestyle patterns. Then, to re-arrange these patterns.  The results of this study are that slum settlements in the Tambora area must be arranged according to the patterns that have been formed in the community and re-arranged to be more suitable and neat.  Designs created with sufficient green space and layouts that follow local culture can address ecological and social issues.  This research combines the redevelopment of slum settlements using the Shape Grammar method with the principles of regenerative architecture to address housing issues. Keywords:  Urbanization, slums, ecology, green open space, shape gramma, fractal, regenerative. Abstrak Karena letaknya yang strategis dan merupakan salah satu pusat ekonomi kelas menengah kebawah di Jakarta Barat, Kecamatan Tambora menjadi target urbanisasi. Urbanisasi besar – besaran menyebabkan kepadatan tambora menjadi melonjak sangat tajam yang Karena letaknya yang strategis dan merupakan salah satu pusat ekonomi kelas menengah kebawah di Jakarta Barat. Urbanisasi besar – besaran menyebabkan kepadatan tambora menjadi melonjak sangat tajam membuat Tambora menjadi salah satu kawasan paling padat di Asia Tenggara. Kepadatan manusia yang tinggi menyebabkan Tambora memilki kepadatan pemukiman yang sangat tinggi. Kepadatan pemukiman yang sangat tinggi menyebabkan berbagai masalah ekologi seperti pemukiman kumuh yang tidak sehat,dan kurangnya ruang hijau. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan bangunan pemukiman baru yang dapat menyelesaikan masalah pemukiman , dan menciptakan ruang hijau bagi masyarakat. Metode penelitian ini adalah dengan mempelajari pola hidup masyarakat serta pola pemukiman masyarakat dengan metode fraktal, dan menyusun kembali bangunan – bangunan kumuh tersebut dengan metode shape grammar. Langkah yang digunakan adalah mempelajari pola pemukiman yang sudah terbentuk, dan mempelajari pola hidup masyarakat. Lalu menata kembali pola – pola tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah pemukiman kumuh pada kawasan Tambora harus disusun dengan mengikuti pola yang sudah terbentuk pada masyarakat, dan ditata ulang agar lebih layak dan rapih. Desain yang dibuat dengan ruang hijau yang cukup, dan penataan yang mengikuti budaya masyarakat setempat, dapat menyelesaikan masalah ekologis dan sosial. Penelitian ini menggabungkan antara penataan kembali pemukiman kumuh dengan metode Fraktal, dengan prinsip – prinsip arsitektur regeneratif untuk menyelesaikan masalah pemukiman.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jstupa

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Social Sciences

Description

Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur ...