Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi nalar fikih siswa Generasi Z di MA Matholi’ul Anwar Lamongan, khususnya dalam transisi preferensi rujukan dari metode offline (tatap muka) ke sumber online (digital). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi perilaku digital, dan dokumentasi riwayat akses konten keagamaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi transformasi nalar fikih yang signifikan, di mana siswa cenderung menjadikan media sosial dan mesin pencari sebagai rujukan utama karena alasan privasi, kecepatan, dan kepraktisan. Fenomena ini melahirkan nalar fikih yang bersifat pragmatis, namun pada saat yang sama terjadi hibridasi di mana nilai-nilai tradisional yang diperoleh di madrasah tetap berfungsi sebagai filter kritis.
Copyrights © 2026