Abdulloh Faqih
Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Lamongan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Koperasi Pesantren (Studi pada KSPPS Matholi'ul Anwar Lamongan) Abdulloh Faqih; Latif Syaipudin
Jurnal Ilmiah Akuntansi Publik, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/jiapmp.v2i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi pengembangan yang tepat bagi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Matholi’ul Anwar di Simo, Karanggeneng, Lamongan. Sebagai lembaga ekonomi di bawah naungan pesantren, KSPPS ini memiliki potensi besar namun dihadapkan pada tantangan manajerial dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus dan pengelola, observasi operasional, serta dokumentasi laporan internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama KSPPS terletak pada loyalitas basis anggota santri dan alumni serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pesantren. Namun, kelemahan utama ditemukan pada terbatasnya kompetensi teknis SDM dan adaptasi teknologi yang belum optimal. Strategi pengembangan yang dirumuskan meliputi akselerasi digitalisasi layanan keuangan, peningkatan kapasitas profesional pengelola, serta diversifikasi produk berbasis sosiopreneur.
Dari Madzab Klasik Menuju Madzab Google Studi Kasus Generasi Z di MA Matholi’ul Anwar Lamongan dan SMAN 2 Lamongan Abdulloh Faqih
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/jippp.v3i1.23

Abstract

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 -2021 ini mengangkat fenomena pergeseran nalar fikih offline menuju nalar fikih online generasi Z di MA “Matholi’ul Anwar” Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan dalam mencari dalil atas berbagai masalah kehidupan mereka yang semakin komplek dan baru, namun disisi lain ada dunia digital yang menyediakan informasi tentang hukum islam (fikih) yang lengkap, mudah dan murah namun banyak resiko jika keterampilan bernalar digitalnya kurang memadai. Dengan latar belakang kenyataan ini, pertanyaan yang harus diajukan adalah: Mengapa terjadi proses pergeseran nalar fikih offline menuju nalar fikih online pada Generasi Z? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multisitus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi Temuan penelitian menunjukkan, bahwa, pergeseran terjadi karena Generasi Z ini merupakan digital natives atau penutur asli teknologi digital, sehingga lebih menyukai memanfaatkan internet dalam mencari jawaban dan memahami fikih dari pada membaca dan bertanya kepada guru dengan alasan lebih privasi, efektif dan efisien. Inilah generasi madzab google yang pertama dan sesungguhnya dalam tradisi hukum Islam.
Transformasi Nalar Fikih Offline ke Online pada Generasi Z di MA Matholi’ul Anwar Lamongan Abdulloh Faqih
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/jippp.v3i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi nalar fikih siswa Generasi Z di MA Matholi’ul Anwar Lamongan, khususnya dalam transisi preferensi rujukan dari metode offline (tatap muka) ke sumber online (digital). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi perilaku digital, dan dokumentasi riwayat akses konten keagamaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi transformasi nalar fikih yang signifikan, di mana siswa cenderung menjadikan media sosial dan mesin pencari sebagai rujukan utama karena alasan privasi, kecepatan, dan kepraktisan. Fenomena ini melahirkan nalar fikih yang bersifat pragmatis, namun pada saat yang sama terjadi hibridasi di mana nilai-nilai tradisional yang diperoleh di madrasah tetap berfungsi sebagai filter kritis.