Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan fungsi protokoler dalam kegiatan pimpinan daerah Provinsi Papua Selatan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya, serta merumuskan strategi optimalisasi berbasis Administrasi Publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam dan kontekstual terhadap praktik keprotokolan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan 15 informan yang dipilih secara purposive dan dikembangkan melalui teknik snowball sampling. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi protokoler telah berjalan sesuai prosedur, namun belum optimal dalam mendukung efektivitas kegiatan pimpinan karena masih berorientasi administratif dan seremonial. Efektivitas dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti komitmen pimpinan dan kerja sama tim, serta faktor penghambat seperti keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi lintas unit, dan minimnya pemanfaatan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan transformasi fungsi protokoler yang lebih strategis, adaptif, dan berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas tata kelola kegiatan pimpinan daerah. Kata kunci: kata Fungsi Protokoler; Efektivitas; Administrasi Publik; Koordinasi;Transformasi Digital
Copyrights © 2026