Penerapan e-government menjadi keharusan bagi instansi pemerintah pasca-pandemi COVID-19 untuk meminimalisir pelayanan tatap muka, yang diwujudkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura melalui layanan administrasi kependudukan online melalui website PACEMACE. Meskipun layanan ini bertujuan mempermudah masyarakat, pelaksanaan di lapangan masih ditemukan adanya kendala internal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis e-readiness Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura dalam penerapan PACEMACE. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penilaian e-readiness menggunakan framework STOPE+B (Strategy, Technology, Organization, People, Environment, Budget) dari Al-Osaimi et al. (2006), serta pemeringkatan CID Harvard (2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima domain termasuk ke dalam kategori Siap dengan nilai overall grade 3,70 dan persentase 74,00%. Meskipun demikian, masih ditemukan titik lemah pada beberapa aspek, seperti koordinasi antar unit, pengelolaan ICT, serta kompetensi dan penempatan tugas pegawai, yang menunjukkan bahwa terdapat kategori yang belum sepenuhnya siap untuk mendukung implementasi ICT. Kata kunci: E-Government, E-Readiness, Framework STOPE+B, PACEMACE.
Copyrights © 2026