Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengendalian polusi udara di Kota Tangerang Selatan dalam upaya mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar PM₂.₅, peningkatan jumlah kendaraan bermotor, serta lemahnya tata kelola lingkungan menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat dan berkontribusi pada meningkatnya kasus penyakit pernapasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka yang dianalisis melalui indikator evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, kesetaraan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian polusi udara yang telah diterapkan, seperti uji emisi kendaraan, peningkatan ruang terbuka hijau, sistem pemantauan kualitas udara, serta kampanye lingkungan belum berjalan optimal dalam implementasi dan dampaknya terhadap penurunan emisi. Hambatan yang ditemukan mencakup koordinasi lintas sektor yang lemah, rendahnya partisipasi masyarakat, pemanfaatan anggaran yang belum efisien, serta belum adanya instrumen kebijakan yang adaptif berbasis data real-time. Meskipun kebijakan telah sesuai dengan kebutuhan wilayah, pelaksanaannya belum tepat sasaran dan belum memadai dalam menjawab kompleksitas permasalahan pencemaran udara. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan strategi berbasis evidence-based policy, kolaborasi multipihak, dan mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Evaluasi Kebijakan, Polusi Udara, Tangerang Selatan, Lingkungan Berkelanjutan
Copyrights © 2026