Penelitian ini menganalisis peran hikmat sebagai berkat dan fondasi pemerintahan Raja Salomo melalui pendekatan kajian teologis-historis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi teks dari 1 Raja-raja 1-11. Kajian teologis mengungkap bahwa hikmat (hokmâ) dalam konteks Salomo bukan sekadar kecerdasan atau keterampilan, melainkan karunia ilahi yang komprehensif yang berfungsi sebagai berkat fondasional bagi pemerintahannya. Hikmat ini bersifat kondisional dan terikat dalam relasi perjanjian dengan Yahweh. Secara historis, penelitian ini mendemonstrasikan bagaimana hikmat tersebut terwujud dalam tiga domain: tata pemerintahan dan administrasi yang tertata rapi (1 Raj. 4), pembangunan Bait Suci sebagai pusat ibadah (1 Raj. 5-8), serta diplomasi yang menjamin perdamaian dan kemakmuran (1 Raj. 10). Disimpulkan bahwa kejayaan sejati kepemimpinan Salomo bersumber dari ketergantungannya pada hikmat ilahi sebagai berkat dan fondasi, sementara kegagalannya berakar pada pelepasan dari fondasi tersebut.
Copyrights © 2026