Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga transformatif dan kontekstual. Banyak praktik pembelajaran iman masih berpusat pada penyampaian materi, sehingga kurang mendorong refleksi dan penerapan dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta mengimplementasikan strategi mengajar Yesus dalam Lukas 10:25-37 sebagai paradigma pedagogi Kristen masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap narasi perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan berbagai strategi pedagogi, meliputi pengenalan murid, pembelajaran berbasis masalah, pertanyaan reflektif, penggunaan narasi, pembelajaran kontekstual, dialog interaktif, evaluasi reflektif, umpan balik afirmatif, dan penugasan aplikatif yang relevan sebagai dasar teologis dan pedagogis bagi pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang holistik, reflektif, dan berorientasi pada praktik iman.
Copyrights © 2026