Artikel ini membahas penerapan eksistensialisme Jean-Paul Sartre dalam konteks pendidikan sebagai alternatif untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi peserta didik. Latar belakang tulisan ini didasari oleh kebutuhan pendidikan modern untuk memberi ruang kebebasan belajar, yang diyakini dapat mengembangkan potensi individu secara optimal dalam menghadapi perubahan dan tantangan kehidupan. Tujuan penulisan adalah untuk menganalisis bagaimana konsep eksistensialisme Jean-Paul Sartre dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga mampu mendorong kreativitas dan inovasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan dari buku teori filsafat, artikel jurnal ilmiah, dan publikasi akademik terkait filosofi eksistensialisme dan pendidikan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan pemikiran Sartre dan relevansinya dengan praktik pembelajaran kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip kebebasan, tanggung jawab, dan refleksi personal yang menjadi inti eksistensialisme dapat memperluas ruang partisipasi siswa dalam pembelajaran, sehingga kreativitas dan inovasi dapat berkembang secara signifikan. Implikasi filosofisnya menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi proses yang menghargai keterlibatan aktif peserta didik dalam membentuk makna belajar sesuai dengan kebebasan dan pilihan mereka
Copyrights © 2026