Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Model Supervisi Akademik pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Semarang Andi Maulana; Turahmat Turahmat; Leli Nisfi Setiana; Ulil Albab
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5322

Abstract

ABSTRACT The development of effective academic supervision is essential to improve the quality of learning in Vocational High Schools (SMK), particularly in Semarang City, which has dynamic vocational education demands. This community service activity aimed to develop a systematic, reflective, and technology-based academic supervision model to enhance teachers’ professionalism and performance. The implementation method employed a participatory developmental approach, including needs assessment, model design, training, limited implementation, and evaluation stages. The results indicated improvements in supervision planning, classroom observation, reflective feedback, and follow-up actions. Furthermore, there was a significant increase in teachers’ pedagogical and professional competencies after the model implementation. Teachers’ responses to the developed model were positive, particularly regarding reflective dialogue and structured documentation systems. Although challenges such as time constraints and digital literacy were identified, the academic supervision model proved practical and sustainable. Therefore, this developed supervision model contributes to improving instructional quality and teacher professionalism in vocational high schools in Semarang City.   Keywords: Academic Supervision, Teacher Professionalism, Teacher Performance, Vocational High School, Community Service.   ABSTRAK Pengembangan supervisi akademik yang efektif menjadi kebutuhan mendesak dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di Kota Semarang yang memiliki dinamika pendidikan vokasi yang tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model supervisi akademik yang sistematis, reflektif, dan berbasis teknologi guna meningkatkan profesionalisme dan kinerja guru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pengembangan model melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan model, pelatihan, implementasi terbatas, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada kualitas perencanaan supervisi, observasi kelas, umpan balik reflektif, dan tindak lanjut pembinaan. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada kompetensi pedagogik dan profesional guru setelah penerapan model supervisi. Respon guru terhadap model yang dikembangkan berada pada kategori positif, terutama pada aspek dialog reflektif dan sistem dokumentasi yang lebih terstruktur. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan literasi digital, model supervisi akademik ini terbukti aplikatif dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan model supervisi akademik ini berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru di SMK Kota Semarang.   Kata kunci: Supervisi akademik, profesionalisme guru, kinerja guru, SMK, pengabdian masyarakat
Pelatihan Penulisan Naskah Drama berbasis Artificial Intelligence (Chat Gpt): Pendekatan Konseptual Turahmat Turahmat; Andi Maulana; Puguh Ardianto Iskandar; Leli Nisfi Setiana; Ulil Albab
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5323

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology, particularly Artificial Intelligence (AI), has brought significant changes to the fields of education and creative literacy. One widely utilized innovation is ChatGPT, an AI-based writing aid. This community service activity aims to improve participants' competence in writing drama scripts by utilizing AI conceptually and ethically. The implementation method includes conceptual counseling, demonstrations of AI use, writing practice, and mentoring and evaluation of work. The results of the activity indicate that participants experienced an increased understanding of drama script structure, conflict development, dialogue, and effective prompting techniques in the use of AI. In addition, participants were able to produce more systematic and creative drama scripts while maintaining the originality of ideas. The conceptual approach applied emphasizes that AI functions as an assistive tool, not a substitute for human creativity. This activity contributes to strengthening digital literacy and developing technology-based creative writing skills.   Keywords: training, drama scripts, artificial intelligence, ChatGPT, digital literacy   ABSTRAK Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan signifikan dalam bidang pendidikan dan literasi kreatif. Salah satu inovasi yang banyak dimanfaatkan adalah ChatGPT sebagai alat bantu penulisan berbasis kecerdasan buatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam menulis naskah drama dengan memanfaatkan AI secara konseptual dan etis. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan konseptual, demonstrasi penggunaan AI, praktik penulisan, serta pendampingan dan evaluasi karya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai struktur naskah drama, pengembangan konflik, dialog, serta teknik prompting yang efektif dalam penggunaan AI. Selain itu, peserta mampu menghasilkan naskah drama yang lebih sistematis dan kreatif dengan tetap mempertahankan orisinalitas ide. Pendekatan konseptual yang diterapkan menekankan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu (assistive tool), bukan pengganti kreativitas manusia. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam penguatan literasi digital dan pengembangan keterampilan menulis kreatif berbasis teknologi.   Kata Kunci: pelatihan, naskah drama, artificial intelligence, ChatGPT, literasi digital
Pemberdayaan Guru SMP dalam Pemanfaatan Powtoon untuk Pengembangan Media Komik Audio Visual Aida Azizah; Evi Chamalah; Turahmat Turahmat; Oktarina Puspita Wardani; Leli Nisfi Setiana; Meilan Arsanti; Andi Maulana; Muchamad Abdul Basir; Cahyo Hasanudin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5334

Abstract

The integration of digital tools in education plays a crucial role in enhancing a more interactive and captivating learning experience. Nonetheless, the application of the Powtoon tool by educators remains insufficiently utilized due to inadequate practical training opportunities. To tackle this challenge, this community-oriented project was implemented, which involved training and coaching on how to effectively use Powtoon to create audiovisual comic materials through a collaborative approach. The outcomes of this initiative indicate that educators gained proficiency in using Powtoon, designing learning storyboards, and generating audiovisual comic materials. Furthermore, 85 percent of the attendees managed to create their own storyboards, while 80 percent effectively produced educational media. This project also motivated teachers to start incorporating digital media into their instruction, thus enhancing the engagement and interactivity of the learning experience.   Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Namun, pemanfaatan aplikasi Powtoon sebagai media pembelajaran oleh guru masih belum optimal karena terbatasnya pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan Powtoon dalam pengembangan media komik audio visual dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh keterampilan dalam mengoperasikan Powtoon, menyusun storyboard pembelajaran, serta mampu menghasilkan media komik audio visual. Selain itu, sebanyak 85% peserta mampu menyusun storyboard dan 80%  peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran. Kegiatan ini juga mendorong guru untuk mulai memanfaatkan media digital dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.
Pendampingan Implementasi Deep Learning Berbantuan Artificial Intelligence Dalam Menyiapkan Pendidik Unggul Sekolah Dasar Kabupaten Temanggung Puguh Ardianto Iskandar; Galih Cahya Pratama; Muhamad Afandi; Jupriyanto; Andi Maulana
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v5i1.811

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) requires elementary school teachers to be competent in integrating technology with meaningful learning. However, teachers under the auspices of the Temanggung Regency Education Office still face limited understanding of Deep Learning and the use of AI in learning. This community service activity aims to improve teacher competency in implementing AI-assisted Deep Learning. The program was implemented in January 2026 with the involvement of 50 elementary school teachers using a Participatory Action Research (PAR) approach. Activities included awareness raising, training, continuing education, and mentoring. Evaluation was carried out through pre-tests and post-test, observations, participant reflections, and assessments of learning products. The results of the activity showed an increase in teacher competency from 47.25% to 89.00%. In addition, all participants successfully produced AI-assisted Deep Learning-based learning tools in the form of teaching modules, student worksheets (LKPD), digital learning media, assessment instruments, and prompt banks, which were implemented through ongoing mentoring. These findings indicate that the integration of Deep Learning and AI effectively improves teacher professionalism and supports the transformation of learning in the era of artificial intelligence.
Penerapan Eksistensialisme Jean-Paul Sartre dalam Pendidikan: Alternatif Meningkatkan Kreatifitas dan Inovasi Nur Halimah; Andi Maulana
Jurnal Profesi Dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): August
Publisher : Lembaga Einstein

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/jpmp.v1i2.314

Abstract

Artikel ini membahas penerapan eksistensialisme Jean-Paul Sartre dalam konteks pendidikan sebagai alternatif untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi peserta didik. Latar belakang tulisan ini didasari oleh kebutuhan pendidikan modern untuk memberi ruang kebebasan belajar, yang diyakini dapat mengembangkan potensi individu secara optimal dalam menghadapi perubahan dan tantangan kehidupan. Tujuan penulisan adalah untuk menganalisis bagaimana konsep eksistensialisme Jean-Paul Sartre dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga mampu mendorong kreativitas dan inovasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan dari buku teori filsafat, artikel jurnal ilmiah, dan publikasi akademik terkait filosofi eksistensialisme dan pendidikan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan pemikiran Sartre dan relevansinya dengan praktik pembelajaran kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip kebebasan, tanggung jawab, dan refleksi personal yang menjadi inti eksistensialisme dapat memperluas ruang partisipasi siswa dalam pembelajaran, sehingga kreativitas dan inovasi dapat berkembang secara signifikan. Implikasi filosofisnya menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi proses yang menghargai keterlibatan aktif peserta didik dalam membentuk makna belajar sesuai dengan kebebasan dan pilihan mereka
Pandangan Positivisme Terhadap Etika Normatif: Analisis Studi Literatur Anandita Putri Kania; Andi Maulana
Jurnal Profesi Dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): August
Publisher : Lembaga Einstein

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/jpmp.v1i2.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan positivisme terhadap etika normatif melalui pendekatan studi literatur. Positivisme menekankan objektivitas, fakta empiris, dan verifikasi ilmiah, sedangkan etika normatif berfokus pada penilaian mengenai apa yang seharusnya dilakukan manusia secara moral. Perbedaan orientasi tersebut sering menimbulkan ketegangan, terutama ketika nilai dan norma dipertanyakan kebenaran ilmiahnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan riset digital dan Teknik scanning research terhadap buku serta artikel ilmiah dari berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa positivisme cenderung membatasi ruang etika normatif karena hanya mengakui kebenaran yang dapat diverifikasi secara empiris. Namun, etika normatif tetap memiliki peran penting dalam memberikan arah moral terhadap penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat modern. Oleh karena itu penelitian ini menegaskan bahwa positivisme dan etika normatif tidak seharusnya dipertentangkan secara dikotomis, melainkan dipahami secara dialogis dan saling melengkapi dalam menghadapi persoalan etika kotemporer.
Peningkatan Keterampilan Mahasiswa Menulis Cerita Pendek menggunakan Pendekatan Proses dan Implementasinya Turahmat; Andi Maulana; Evi Chamalah
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2025): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v10i1.2924

Abstract

This study aims to gain a deep understanding of the implementation of the process approach in teaching writing short stories on students of PBSI FKIP Unissula. This study used a qualitative approach. Sources of data in this research is learning events to write a short story using a process approach. Research procedures used in this study is the planning, implementation, data analysis, and report writing. Data collection technique used is the technique of direct observation and document scrutiny. Data collection tool used is a field record sheets and documentation with regard to the learning process and learning outcomes. This research data analysis begins with data collection, data reduction, data presentation, and conclusion / verification. Based on the results and discussion of this research can be concluded that the process approach can improve the skills of students to write short stories. This increase can be seen from both process and product. Learning to write by following the steps in the process approach can help lecturers provide variety and stimulation in a given assignments to write short stories. In the process of improvement can be seen from the learning process with the creative writing process approach in the activities of the students and the classroom situation in learning creative writing poetry, while in terms of products increase student skills to write short stories.
Transformasi Puisi menjadi Teater: Pendampingan Kreatif Komunitas Sastra dan Teater untuk Pendidikan Karakter Setia Naka Andrian; Turahmat Turahmat; Evi Chamalah; Aida Azizah; Oktarina Puspita Wardani; Andi Maulana; Leli Nisfi Setiana; Meilan Arsanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8730

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan transformasi puisi menjadi pertunjukan teater melalui pendampingan kreatif pada komunitas sastra dan teater, dengan studi praktik pada pementasan Meneroka Tubuh oleh Teater Atmosfer Kendal. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan ruang ekspresi kreatif dan rendahnya pemaknaan nilai karakter dalam karya sastra di kalangan generasi muda, terlebih dalam karya transformasi puisi menjadi teater. Metode yang diterapkan mencakup lokakarya puisi, adaptasi teks menjadi naskah teater, eksplorasi tubuh, latihan pementasan, serta refleksi terhadap nilai karakter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses transformasi puisi menjadi teater mampu meningkatkan kemampuan interpretasi, ekspresi artistik, serta kesadaran reflektif peserta terhadap nilai eksistensial dan karakter. Pertunjukan Meneroka Tubuh menghadirkan pengalaman estetis yang menggambarkan tubuh sebagai ruang konflik antara ingatan, sejarah, dan pencarian makna, sehingga efektif dijadikan media pendidikan karakter. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam memperkuat literasi sastra berbasis komunitas serta mengembangkan seni sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda dalam karya pementasan teater.