ABSTRAK AHMAD ALI 20011014032. Pemanfaatan Trichoderma asperillum Sebagai Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung. Dibimbing oleh: A. ABD. RAHMAN SYAFAR dan SURYANI. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia berlebih pada budidaya jagung di Indonesia berpotensi merusak lingkungan, sehingga diperlukan agen hayati seperti Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) Trichoderma asperellum untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi T. asperellum strain CHM01, CHM02, HMRP7A, HMRP9A, dan HMRP10 sebagai pemacu pertumbuhan jagung varietas Anoman serta kemampuannya menekan penyakit hawar daun. Penelitian dilakukan di rumah kaca BPSIP-TS Maros Sulawesi Selatan pada Juli-Desember 2023 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (5 strain T. asperellum, kontrol fungisida Nordox, dan kontrol aquades) yang diulang 4 kali, dianalisis dengan ANOVA dan uji Duncan ?=0,05. Hasil menunjukkan aplikasi T. asperellum berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh (tertinggi 94,4% pada strain CHM02), pH tanah (tertinggi 6,153 pada HMRP10), suhu tanah (tertinggi 31,511°C pada HMRP10), dan intensitas serangan hawar (terendah 33,36% pada Nordox, 36-44% pada strain T. asperellum, vs 60,56% kontrol). Parameter vegetatif seperti tinggi tanaman (tertinggi 129,70 cm pada CHM02), diameter batang, dan ukuran daun cenderung lebih baik meski tidak nyata. Disimpulkan T. asperellum efektif sebagai PGPF untuk memacu pertumbuhan awal dan mengendalikan hawar daun jagung, direkomendasikan uji lapangan lanjutan. Kata kunci: Trichoderma asperellum, PGPF, jagung Anoman, hawar daun, pertumbuhan tanaman.
Copyrights © 2026