Rendahnya literasi keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan hambatan struktural bagi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, khususnya di wilayah pedesaan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial melalui pelatihan penyusunan anggaran penjualan dan produksi. Menggunakan metode pembelajaran partisipatif dan pendampingan individual pada 30 pelaku UMKM, hasil evaluasi menunjukkan efektivitas program yang sangat tinggi. Secara kuantitatif, 87,20% peserta mampu menyusun anggaran secara mandiri, 96,15% memahami peran strategis anggaran, dan 98,70% mulai menerapkan sistem pencatatan keuangan pasca-pelatihan. Transformasi ini membuktikan bahwa instrumen anggaran yang disederhanakan dapat diadopsi oleh usaha mikro. Implikasi dari kegiatan ini adalah penguatan tata kelola keuangan UMKM yang mendukung keberlanjutan Desa Burai sebagai destinasi ekowisata melalui efisiensi operasional dan proyeksi bisnis yang lebih terukur.
Copyrights © 2026