Minat pembelian ulang merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan suatu usaha ritel karena mencerminkan tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen. Dalam industri apotek yang menghadapi persaingan semakin ketat, pengelolaan persediaan yang efektif serta tingkat kepercayaan konsumen menjadi faktor strategis yang berpotensi memengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Ketersediaan produk yang terjaga dan hubungan yang dilandasi kepercayaan diyakini mampu meningkatkan persepsi positif konsumen terhadap layanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap konsumen Apotek Tamba Jaya Kampung Perlabian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial Manajemen Persediaan dan Kepercayaan Konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Pembelian Ulang dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Secara simultan, kedua variabel independen juga berpengaruh signifikan terhadap Minat Pembelian Ulang. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,603 menunjukkan bahwa 60,3% variasi Minat Pembelian Ulang dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 39,7%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil ini menegaskan bahwa pengelolaan persediaan yang optimal dan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi berperan penting dalam mendorong peningkatan minat pembelian ulang.
Copyrights © 2026