Fenomena quarter life crisis (QLC) pada fase dewasa awal ditandai oleh kecemasan arah hidup, kebingungan identitas, dan tekanan sosial yang berdampak pada ketidakstabilan psikologis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi falsafah hidup Jawa nrimo ing pandum sebagai pendekatan indigenous counseling dalam Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) untuk menghadapi QLC, serta menganalisis apakah sikap menerima dalam konsep tersebut bersifat adaptif dan mendorong proaktivitas individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh melalui kajian literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan jurnal yang relevan dengan tema QLC, nrimo ing pandum, indigenous counseling, dan BKI. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nrimo ing pandum dapat berfungsi sebagai kerangka kognitif-spiritual yang membantu individu merekonstruksi QLC sebagai fase pertumbuhan, bukan kegagalan hidup. Selain itu, nilai penerimaan, syukur, sabar, dan tawakal dalam nrimo ing pandum mampu menyeimbangkan locus of control internal dan eksternal sehingga individu tetap proaktif, realistis, dan resilien dalam menghadapi tantangan kehidupan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa nrimo ing pandum memiliki relevansi kuat sebagai pendekatan konseling Islam yang holistik, kontekstual, dan berbasis kearifan lokal dalam menangani quarter life crisis
Copyrights © 2026