Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), kanker serviks menempati urutan kedua sebagai kanker yang paling banyak menyerang wanita setelah kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan ibu dan faktor sosial budaya terhadap minat melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai upaya deteksi dini kanker serviks. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara mulai bulan April 2025 hingga Agustus 2025. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 186 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara tingkat pengetahuan dengan minat pemeriksaan IVA pada pasangan usia subur. Selain itu, hasil uji statistik juga menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara faktor sosial budaya dengan minat pemeriksaan IVA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan faktor sosial budaya berpengaruh signifikan terhadap minat ibu dalam melakukan pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker serviks. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan serta pendekatan berbasis sosial budaya untuk meningkatkan minat ibu melakukan pemeriksaan IVA.
Copyrights © 2026