Pembangunan program Keluarga Berencana (KB) nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penggunaan alat kontrasepsi. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau Intra Uterine Device (IUD) merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang aman dan efektif dibandingkan metode lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD pada wanita usia subur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, sosial budaya, dan sikap, sedangkan variabel dependen adalah penggunaan IUD. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara pada 11–24 Juni 2025 dengan jumlah sampel 86 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,024), pengetahuan (p=0,034), dan sikap (p=0,008) dengan pemilihan IUD. Sementara itu, faktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p=0,233). Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap berperan dalam pemilihan kontrasepsi IUD, sedangkan faktor sosial budaya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan konseling terkait IUD guna meningkatkan pengetahuan dan sikap positif wanita usia subur, serta kepada masyarakat untuk lebih aktif mencari informasi yang akurat mengenai metode kontrasepsi.
Copyrights © 2026